Skip to main content

MASYARAKAT TAPANULI TENGAH TOLAK TAMBANG EMAS PT. AGINCOURT RESOURCES.

MASYARAKAT TAPANULI TENGAH TOLAK TAMBANG EMAS PT. AGINCOURT RESOURCES.


Catatan Bloger.

TAPANULI TENGAH, SUMUT.(tom24jam.blogspot.com)

Masyarakat Tapanuli Tengah yang tergabung dalam Forum Pembela Tanah Rakyat ( FPTR ) mengadakan demo besar-besaran selama 2 ( dua ) hari yang di mulai Selasa 22 s/d 23 Nopember 2011 dan sebanyak 4 (empat ) Kecamatan yakni kecamatan Badiri, Pinang Sori, Lumut, Sibabangun, yang paling berdekatan dengan lokasi eksplorasi Tambang Emas PT. Agincort Resources bersikeras agar PT. AR harus hengkang dari bumi Tapanuli Tengah.

                                          

                                

Sebelum nya massa FPTR telah melakukan aksi penolakan akan kehadiran tambang emas PT. AR, Minggu (23/10/2011 ), berselang seminggu kemudian melakukan swipping dengan melakukan pemblokadean jalan masuk ke Toga Basir dengan memortal jalan.


Untuk yang kali ketiga FPTR tidak main-main setelah pihak PT. AR tidak mengindahkan maklumat massa FPTR, maka aksi di lanjutkan ke pusat eksplorasi PT. AR di Toga Basir 20 Km dari ibu kota Keecamatan Pinang Sori.


" Kami atas nama masyarakat Tapteng menolak mentah PT. AR sekalipun ada izin menteri dari pihak PT. AR atas eksplorasi nya dan kami tidak perduli, karena jika kami kena bencana tidak ada yang nama nya menteri yang mau memperdulikan kami dan menggantikan serta menanggung derita rakyat akibat dampak buruk lingkungan yang di timbulkan eksplorasi tambang emas, " seru Edyanto Simatupang selaku Kordinator Lapangan FPTR Tapteng dalam orasi nya.


Hal serupa juga di utarakan oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa Toga Basir SY Simatupang bahwa harga mati untuk menolak kehadiran PT. AR di Tapteng.


" Jangan kira kami mau berkompromi dengan yang nama nya perusak lingkungan, jika PT. AR tidak mau hengkang kami akan demo dengan jumlah yang lebih besar dan lebih ekstrim, saat ini kami masih melakukan aksi damai tapi apabila kesabaran rakyat telah habis jangan salah kan kami , " tegas SY. Simatupang.


Tambang emas milik PT. Agincourt Resources, merupakan ancaman maut bagi mereka, sebab berdampak lingkungan yang buruk , terutama Daerah Aliran Sungai akan tercemar sebab penggunaan air raksa dalam penambangan emas yang akan menimbulkan penyakit yang mematikan.


Pengaruh Hg pada kesehatan bergantung pada bentuk senyawa, dan salah satu senyawa yaitu Metilmercury merupakan bahan berbahaya yang bersifat karsinogen terhadap manusia. Mercury merupakan neurotoksi yaitu racun terhadap sistem syaraf pusat ( Central Nervous System-CNS, WHO, 1976,1990, 2001)


Efek dari Hg organik adalah pada gangguan syaraf, demikian juga pada organ lain nya juga terlibat seperti sistem pencernaan, pernapasan, hati, immunitas, kulit, dan ginjal ( Risher et al, 2002 ). Keracunan Metilmercury menimbulkan gangguan CNS, seperti ataxia, pandangan menyempit, pendengaran menurun, neuropathy.


Pada air raksa tersebut ada unsur Hg yang tidak akan terurai, jika termakan maka manusia akan terkena penyakit kanker. Makhluk hewan seperti ikan yang terkena pencemaran apabila termakan oleh manusia juga kan memicu timbul nya penyakit kanker.

                                    
Dampak Kerusakan Lingkungan akibat pertambangan emas akan menimbulkan bencana yang sangat besar, yakni limbah dari pemrosesan yang terjadi di area pertambangan. Limbah tersebut akan mempengaruhi tingkat kekeruhan BOD5, COD, PH, demikian juga kadar kimia yang di gunakan dalam proses penambangan dan anak cucu mereka nanti nya yang akan menjadi korban sebab hulu sungai yang di pergunakan masyarakat berada di lokasi eksplorasi PT. AR, yakni Sungai Pinang Sori, Sungai Sarulla dan sungai-sungai tersebut di pergunakan oleh 4 kecamatan sebagai sumber air minum, memasak, mandi dan mencuci pakaian.


Akhir nya massa FPTR ini mendatangi lokasi penambangan, untuk meninjau langsung kegiatan pemboran sesuai surat Dinas Pertambangan dan Energi Tapanuli Tengah tanggak 25 Oktober 2011 NomorSurat 540/2471/X/2011 bermaklumat untuk menghentikan kegiatan eksplorasi PT. AR namun kegiatan tetrus berjalan.

                                       

Namun terlebih dulu massa FPTR konvoi dari Pagar Batu keliling Albion – Bandara udara Pinang Sori kemudian ketitik awal Pagar Batu degan mengedarkan selebaran surat kepada masyarakat dengan statemen “ TOLAK TAMBANG EMAS DI TAPANULI TENGAH KARENA MAUT BAGI KAMI ”.


Massa naik gunung kelokasi kegiatan pemboran PT. AR dengan mengendarai sepeda motor, yang kemudian berjalan kaki selama 6 jam pulang pergi naik lembah turun gunung, dengan medan jalan yang sangat membahayakan (Jalanrusak), licin dan berlumpur menuju Desa Toga Basir.


Walaupun di dalam perjalanan di temui medan yang cukup berat sepanjang 10 Km dengan kondisi jalan berkubang, curam, berlumpur bahkan mengancam keselamatan jiwa dan tidak jarang massa FPTR terjungkal dan berlumur darah akibat jalanan licin dan berbatuan di tambah dengan dengan guyuran hujan namun tidak menurunkan semangat dan niat masyarakat untuk menswipping lansung PT. AR.


Akhir nya massa tiba di Desa Toga Basir Selasa, (22/11/2011 ) sekira jam 20.30 Wib dan massa menginap di Desa Toga Basir mereka tidak mungkin melanjutkan perjalanan, karena hari sudah larut malam dan terpaksa menginap di rumah penduduk Desa Toga Basir sementara markas eksplorasi PT. AR masih jauh dan perjalanan harus di lanjutkan esok hari nya.

                                       
Warga Desa Toga Basir menyambut massa dengan penuh persaudaraan dan memberi fasilitas menginap dikampung mereka. Disana ada beberapa tokoh masyarakat yang memberikan rumah nya dipakai, yakni Bapak B. Simatupang, Pak Lawolo dan warga lain nya bekerja sama membekali massa FPTR dan para pegiat lingkungan.


Di Desa Toga Basir dapat di tempuh dengan jarak 10 Km dari Ibu Kota Kecamatan Pinang Sori dan ke lokasi pemboran PT. AR dari Desa Toga Basir 9 Km.


Sesuai informasi dari Bapak B. Simatupang bahwa Desa Toga Basir sangat terisolir dan belum merdeka, sebab mereka selalu jadi korban pembodohan para elit-elit politik bahkan kehadiran PT. AR bermuatan titipan-titipan para pengusahan yang ingin menguras habis harta kekayaan warga masyarakat Toga Basir dan Tapanuli Tengah umum nya. Sementara jalan desan PLN, MCK belum ada masuk ke Desa Toga Basir.


" Kami belum merdeka, bahkan sampai tahun 2900 pun, kami begini-begini saja karena kami orang desa terpelosok , terisolir yang hanya dapat di bodoh-bodohi, jadi kami sangat berterima kasih atas FPTR jika niat nya yang murni berjuang untuk rakyat , " ujar B Simatupang, Lawolu.


Warga Masyarakat Desa Toga Basir berjumlah 350 KK dengan bermata pencaharian sebagai petani karet tradisional dengan jumlah produksi 3 ton karet di hasilkan setiap minggu nya. Di samping itu ada juga tanaman perkebunan musiman seperti Durian, Jengkol, Pete dan Coklat.



Dalam kesempatan pada aksi demo massa FPTR saat menginap di Desa Toga Basir beberapa pengamat lingkungan dan pemerhati sosial Tapteng menggeleng-gelengkan kepala melihat infra struktur yang carut marut di Desa yang terisolir tersebut.


" Sungguh miris negara ini, kenapa sudah sekian tahun lama nya Indonesia Merdeka tapi masyarakat nya masih banyak yang belum megecap makna kemerdekaan sesuai yang tertuang dalam amanat Pembukaan UUD 45 , " kata Tombak Nagara aktifis lingkungan Tapteng yang turut bergabung dalam massa FPTR

                              

Keesokan Pagi nya Rabu ( 23/11/2011 ) massa FPTR melanjutkan perjalanan kelokasi pemboran tambang PT AR dengan berjalan kaki yang memakan waktu 3 jam dengan jarak tempuh sekitar 9 Km naik gunung turun lembah, ke lokasi dengan medan terjal dan curam dan sebagian warga Desa Toga Basir termotivasi ikut bergabung dalam rombongan untuk mengusir penjajah yakni PT. AR dari Bumi Tapteng.

                                            
" PT. AR penjajah, PT. AR harus hengkang, jangan lagi kami di bodoh-bodohi, kami dukung sepenuh nya gerakan FPTR untuk menyelamatkan lingkungan kami " ungkap warga Toga Basir serta merta. Sampai akhir massa sampai di basecamp karyawan PT. AR dan melakukan demonstrasi sehinnga para karyawan PT. AR tidak berkutik.


Dan sesuai rencana aksi demo Korlap FPTR menginstruksikan dan n memberi amaran agar karyawan PT. AR berkumpul dan tidak usah merasa khawatir.


" Kami meinta dengan hormat agar pihak PT. AR dapat berkumpul dan jangan khawatrir sebab aksi kami damai, kami hanya ingin melakukan beberapa permintaan agar pimpinan PT. AR yang berada di Batang Toru Tapanuli Selatan dapat turun ke Pinang Sori untuk menentukan sikap tegas, hengkang dari bumi Tapteng, sebelum batas kesabaran rakyat habis dan ini tidak main-main, " seru Edyanto Simatupang.

                              
Akhir nya karyawan PT. AR berkumpul dan duduk bersama dengan massa FPTR dan membuat rapat singkat serta mebubuhkan tanda tangan Sekaligus Ediyanto Simatupang memperjelas akan kehadiran massa FPTR dan warga Desa Toga Basir tentang kegiatan yang di lakukan PT. AR yang di klaim masyarakat belum mendapat izin dari Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang SH MHum.


" Menurut konfirmasi kami kepada bapak bupati Tapteng bahwa PT. AR belum mengantungi izin ataupun rekomendasi dari Bupati Tapteng , dan surat edaran dari Distamben seolah tidak di gubris " jelas Edyanto Simatupang. Dan sesuai, lanjut Edyanto Simatupang, Surat Dinas Pertambangan dan Energi Tapteng sudah menginstrusikan agar pemboran di hentikn tapi PT. AR tidak mengindahkan nya dan PT. AR telah melanggar, perjanjian terbukti tanggal 23 Nopember 2011 jam 10.00 Wib ditemukan karyawan bekerja terus dan melakukan pemboran di titik yang ke 6 yang sudah mempergunakan bahan-bahan yang diduga mengandung kimia yang berbahaya.

                                
Salah satu bahan merek AMC kegiatanini, seluruh alat logistik dan alat-alat bor diangkut melalui udara (Hely) dari Batang Toru sebagai Pusat PT. AR kabupaten Tapanuli Selatan. Menurut salah seorang karyawan PT. AR bermarga Nasution di lokasi pemboran mengatakan jarak Batang Toru kelokasi 10 menit dengan menggunakan Helikopter.


" Semua peralatan eksplorasi diangkut dari Batang Toru dengan menggunakan Helikopter hanyan 10 menit ke Toga Basir , " kata Nasution karyawan ekslorasi PT. AR.


Ketua FPTR Ediyanto S dan Darman Sitompul sebagi ketua LSM Lembaga Informasi Pemantau dan Pengawas Aparatur Negara ( LIPPAN ) Tapteng mempertanyakan kepada bagian penanggung jawab PT. AR di Toga Basir selaku bidang Geologi yakni Setiyono dan mengatakan jika mereka tidak mengetahui kalau PT. AR sudah beberapa kali di Somasi oleh Distamben Tapteng maupun FPTR terkait penambangan PT. AR di Toga Basir yang berdampak kerusakan lingkungan.


" Kami tidak tahu menahu pak atas surat-surat bapak yang sudah di sampaikan kepada PT. AR dan kami menghargai atas kedatangan bapak-bapak atas semangat nya dalam menjaga kelestarian lingkungan tanah tumpah darah bapak-bapak. Jika Bapak menginginkan pemboran ini di hentikan kami tidak dapat berbuat apa-apa, dan akan Rig move ( bor di hentikan-red ), " Ujar Setiyono.


Kami, sambung Setiyono, hanya sebatas pekerja sebagai penanggung jawab teknis geologi dan makan gaji, jadi tolong bapak-bapak hargai kami juga dan berkomitmen akan breakdown.


Dari pertemuan antara karyawan PT. AR yang di ketuai oleh Setiyono dengan massa FPTR di temui kesepakatan agar pemboran di hentikan dan sebagai jaminan nya pihak FPTR membawa dua karyawan yakni Ruslan Simamora selaku Humas PT. AR dan Teguh ke alun-alun Kecamatan Pinang Sori .


" Baiklah terimakasih atas pengertian nya, namun sebagai jaminan akan di hentikan nya pemboran kami akan bawa 2 orang karyawan PT. AR dan kami hadapkan ke pihak Polsek Pinang Sori dan kepada Tokoh masyarakat setempat, demikian hal nya sebagai jaminan keselamatan nya karyawan bapak akan kami tanggung jawabi dan kami mau melihat bukti keseriusan PT. AR Batang Toru untuk menghentikan pemboran, " Tegas Edyanto Simatupang.


                                 

PT. AR yang beroperasi di Toga Basir merupakan cabang dari Batang Toru yang sudah melakukan eksplorasi dan sudah meproduksi emas, pihak PT. AR ingin memperluas kegiatan nya hingga ke Toga Basir Tapteng.



Setelah terjadi kesepakatan antara Setiyono dengan FPTR akhir nya massa FPTR membawa 2 karayawan PT. AR ke Pinang Sori dengan berjalan kaki dengan pengawalan massa hingga pukul 14. Wib massa FPTR tiba di Pinang Sori dan menunggu pucuk pimpinan PT. AR yang berada di Batang Toru yakni Haryono Bancin dan IGK Tomy Arthana bersama Kapolsek Pinang Sori AKP Kamdani .


Dan akhir nya Kapolsek Pinang Sori AKP. Kamdani bersama Haryono Bancin dan IGK Tomy Arthana mendatangi massa FPTR dan melakukan negosiasi dan kesepakatan pun di temui dengan di saksikan masyarakat Tapteng yang tergabung dalam FPTR.


" Kami akan ikut apa yang menjadi keinginan masyarakat agar rig move, " kata Haryono Bancin selaku utusan PT. AR Batang Toru. Dalam kesepakatan tersebut berbunyi : Surat Kesepakatan FPTR dan PT. AR Kecamatan Pinang Sori Rabu 23 November 2011 yang di bacakan oleh Edyanto Simatupang antara lain:


1. PT. AR akan menghentikan pemboran atau stop di Toga Basir sejak tanggal 23 November 2011

2. Kamis Tanggal 24 November 2011 PT. AR akan mengeluarkan barang-barang eksplorasi dari Toga Basir.


Dalam kesepakatan tersebut langsung di saksikan Kapolsek Pinang Sori AKP. Kamdani dan masyarakat Tapteng . Pihak Kapolsek menjamin surat perjanjian tersebut dan mengawasi jalan nya pengeluaran barang-barang milik PT. AR.


" Kita akan awasi dan kita lihat keseriusan PT. AR dalam merealisasikan surat perjanjian ini dalam mengeluarkan barang-barang milik PT. AR, " tegas AKP Kamdani. Bapak-bapak, lanjut nya, tidak usah khawatir, saya selaku Kapolsek Pinang Sori sebagai saksi dalam perjanjian ini sebab saya tidak ingin ada kejadian anarkis terjadi.,


Kamis, ( 24/11/2011 ) dari hasil pantauan FPTR, dan para pegiat lingkungan terlihat PT. AR sedang mengangkut barang-barang keluar dari lokasi eksplorasi di Toga Basir dengan mempergunakan pesawat helikopter ke Helipet ( landasan Hely-red ) yang berada di Pagar Batu dekat dengan ibu kota kecamatan Pinang Sori sebagai gerbang basecamp utama yang di pergunakan oleh PT. AR sebagai transit barang-barang dari Batang Toru ke Pagar Batu dan selanjutnya ke Toga Basir ke lokasi pertambangan di puncak gunung sebab jalan darat tidak bisa di lalui dengan armada mobil.


Pihak PT. AR yang turun kelapangan dalam pengangkutan tersebut Ir. Cecep membenarkan hal tersebut. " Benar kami sudah bawa sebagian rig ke Batang Toru, " ucap Ir. Cecep


Kapolsek Pinang Sori AKP Kamdani selaku saksi dalam surat kesepakatan antara PT. AR dengan FPTR turut mengawasi pengeluaran barang-barang milik PT. AR dari Toga Basir ke heliped Pagar Batu yang kemudian di angkut dengan mempergunakan truk ke Batang Toru.


" PT. AR telah melakukan pengeluaran barang-barang dan rig move, dan ini akan memakan waktu dua hari, " terang AKP Kamdani. Besok (25/11/2011 ), lanjut Kamdani barang-barang milik PT. AR akan di angkut habis keluar dari lokasi eksplorasi dan menghentikan kegiatan.


Melihat aksi PT. AR yang terkesan arogan dan kurang memahami makna UU No 23 tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan surat edaran Distamben Tapteng, para pegiat lingkungan mengkonfirmasi Distamben Tapteng atas kegiatan eksplorasi PT. ATR namun dengan nada ketus dan enteng menjawab silahkan bertanya kepada bapak presiden.


" Silahkan saja tanya kepada bapak presiden, " jawab Ir. Panahatan Kadistamben Tapteng. Para pegiat lingkungan merasa aneh dengan jawaban seperti itu dan memberikan komentar jika pihak Distamben Tapteng kesal karena PT. AR harus hengkang dan kehilangan rembang pati.


" Distamben kesal karena kehilangan saham atas unjuk rasa FPTR menolak agar menutup kegiatan eksplorasi PT. AR di Toga Basir, " celoteh para pegiat lingkungan.


Masyarakat Tapteng yang tergabung dalam FPTR terus melakukan pengawasan atas gerak-gerik PT. AR dalam merealisasikan surat kesepakatan tersebut dan tetap bersiap siaga dengan jumlah massa yang besar dan jika tidak terealisai maka massa akan melakukan perang terhadap PT. AR sampai titik darah penghabisan.


" Kami tetap pantau, semoga PT. AR komitmen, jika belum juga hengkang dari bumi Tapteng jangan salahkan kami, sebab kami sudah berbaik hati, dan jika kata damai tidak di indahkan maka jangan salahkan rakyat, " tegas massa FPTR.(***)

                                     
                                        
                                     
                                 
                                     
                                     
                                     
                                     
                                     
                                     
                                   
                                   
                                   
                                   
                                   
                                     

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.

Munas VI Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) 2017 TN Baluran

TN Baluran (Kader Konservasi Alam)

Usai kegiatan Jambore Nasional Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 8-10 Agustus di Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Baca; Jambore Nasional HKAN 2017 Seluruh jajaran pengurus FK3I Provinsi se-Indonesia bersama Kader Konservasi Alam (KKA) melakukan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI 11-12 Agustus 2017 di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur untuk menentukan pengurus periode 2017-2022. Sesuai dengan tema HKAN 2017 Konservasi ALam Konservasi Kita.hingga tingkat tapak.

Bara JP Tapteng Dikukuhkan, Mantan Trio KPUD Turut Bidani.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara-Kader Konservasi Alam (KKA)  Pasca terbit nya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) No. 043/K-Wil/DPP/Bara JPresiden/IX/2017 tanggal 7 September 2017 oleh Ketua Umum DPP Bara JP Sihol Manulang dalam satu poin nya Menugaskan Kabul Lumban Tobing (sebagai Koordinator), Adrin Ndraha dan Nursarifah Sitompul (sebagai Anggota) untuk menjalankan roda organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah secara kolektif kolegial selaku Caretaker Dewan Pengurus Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah serta mempersiapkan dan melaksanakan Konferensi Cabang Luar Biasa DPC BaraJP Tapanuli Tengah selambatnya dalam tempo 60 (enampuluh) hari untuk memilih dan menetapkan Pengurus Definitif Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah. 

Pertamina TBBM I Kisaran Konservasi Mangrove Asahan

ASAHAN, metro24jam.com – Berangkat dari fungsi sebagai penjaga garis pantai dari abrasi dan terjangan tsunami, yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan penanaman pohon Mangrove sebanyak 48.000 pohon Mangrove atau seluas 12 Ha di Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (13/12/2017).