Skip to main content

KAPOLHUT DAN KANIT TIPITER POLRES ASAHAN TANGKAP PERAMBAH HUTAN LINDUNG TORMATUTUNG.

Tim Gabungan Polhut dan Polres Asahan menangkap perambah di Hutan Lindung Tormatutung Asahan Selasa, 31/1/2012  ( Foto : TN/24jam )


KISARAN-SUMUT.

              Hancurnya Hutan Lindung Tormatutung disebabkan perambahan liar yang senantiasa meraja lela dengan modus Kelompok Tani yang di bekingi sejumlah LSM dan Pengusaha, akhir nya mulai terungkap dengan tertangkap tangan salah seorang Perambah Liar di Hutan Lindung Tormatutung Asahan bernama Hamsyaruddin Nasution ( 42 ) atau yang biasa disebut Ian, warga Dusun IV  Desa Huta Rau,  Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan oleh Kapolhut Asahan TR. Nainggolan beserta dengan Kanit Tipiter Polres Asahan AKP. P Panjaitan Selasa ( 31/1 ) sekira jam 14.00 wib. Tempat Kejadian Perkara ( TKP )  tepat nya di Hutan Lindung Tormatutung Asahan   Aek Sugapa Dolok atau Arip-aripan atau juga yang biasa di sebut Aek Tualang Dusun IV, Desa Gunung Berkat.

            Saat di introgasi Hamsyaruddin Nst mengatakan kalau diri nya di suruh oleh Sabirin Purba ketua Kelompok Tani Maju Bersama yang di di bekingi oleh Oknum LSM DEPHAN YP&MPR Asahan Taufik Daulay dan Bangun Sitorus. Dari Hasil tangkapan tersebut terdapat barang bukti singso mini Merk Power Max 5500 Gasoline beserta Uang sejumlah Rp 100.000 sebagai upah yang diterima oleh Hamsyaruddin Nst saat menebang pepohonan berukuran 6 inci.
   
            " Saya hanya pekerja mengimas di suruh oleh Sabirin, Taufik Daulay dan Bangun Sitorus dengan panjar upah Rp 500.000 namun sudah saya belanjakan sebahagian dan ini tinggal Rp 100.000, " kata Hamsyaruddin. Lahan ini, sambung Ian, milik Kelompok Tani Maju Bersama dan menurut keterangan mereka bahwa areal tersebut sudah mendapat izin Menteri Kehutanan RI untuk Hutan Kemasyarakatan ( HKm ), jadi saya ambillah pekerjaan itu untuk menghidupi keluarga, karena sebenar nya takut dengan yang nama nya Hutan Lindung.

            Berdasarkan keterangan Kapolhut Asahan TR. Nainggolan lahan tersebut belum mendapat izin pelepasan secara resmi dari Menteri Kehutanan RI namun mereka pernah bermohon untuk membuat HKm.

           " Secara resmi belum ada izin pelepasan nya dari Menteri Kehutanan RI tapi mereka pernah bermohon kepada kita, itupun yang nama nya Hutan Lindung yang masih berdiri pohon nya tidak boleh di tumbangi, kecuali lahan-lahan kritis boleh-boleh saja, " terang TR. Nainggolan. Ini kan, lanjut TR. Nainggolan, masih banyak pepohonan nya dan pengerjaan nya harus memakai mekanisme HKm sementara areal tersebut masuk Kawasan Hutan Lindung Tormatutung Asahan, dengan jelas telah melanggar UU No 41 tahun 1999 Tentang kehutanan dan jelas papan plank nya di buat di areal tersebut tapi kenapa masih di langgar.

           Sebelum nya kerusakan Hutan Lindung Tormatutung Asahan telah di bombardir di berbagai media sampai permasalahan tersebut sampai ke Menteri Kehutan RI oleh pegiat lingkungan dan  LSM Solusi Rimba Nusantara  ( SRN ) Pusat,  Indra Mingka dengan No : 016/SRN-PUSAT/l/2012 yang di tembuskan kepada Muspida  Asahan sebagai laporan dan Mendesak pihak terkait agar menertibkan Kawasan Hutan Lindung Tormatutung Asahan dari perambahan liar serta  Ilegalloging.

           " Kita prihatin atas kerusakan Hutan Lindung Tormatutung Asahan seperti di Desa Huta Rao, Gunung Berkat dan Desa Nagali, dan kita sudah sampaikan langsung laporan nya kepada Bapak Menteri berdasarkan tim  investigasi SRN kita di Asahan dan perambahan itu harus di usut tuntas siapa aktor intektual nya, kalau pekerja nya kan gak tahu apa-apa namun itu cukup sebagai barang bukti untuk mengusut siapa-siapa perusak hutan, " terang Indra Mingka di Jakarta ketika di hubungi via seluler.
Hal yang tidak wajar sampai sebegitu jauh kerusakan nya terkesan sengaja di biarkan dan kita akan bawa terus permasalahan tersebut ke Komisi IV DPR-RI apabila Pemkab Asahan tidak serius menangani kerusakan hutan Lindung Tormatutung Asahan.

            Dari hasil patroli yang di lakukan oleh Kapolhut beserta Kanit Tipiter Polres Asahan di Kawasan Hutan Lindung Tormatutung Asahan Ketua LSM Solusi Rimba Nusantara Jakarta Indra Mingka meminta kepada aparat penegak hukum Kehutanan Asahan agar tegas dalam menjalankan UU No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.

           " Tangkap para perambah liar, tangkap aktor intelektual nya, jangan masyarakat pekerja nya, tapi beking-beking nya yang paling utama agar kelestarian Hutan Lindung Tormatutung Asahan tetap terjaga, " tegas Indra.

           Dari hasil penngkapan tersebut, TR Nainggolan akan terus melakukan penertiban secara rutin dan akan menyampaikan nya kepada Pemkab Asahan dan akan mendata para perambah-perambah liar bersama para Kepala Desa sebab tidak mungkin aparat desa nya tidak tahu dan kemungkinan bisa saja memiliki lahan secara tersembunyi.


           " Kita akan terus lakukan penertiban secara rutin dengan melibatkan Kepala Desa dan membawa nya kepemerintahan mau di apakan masyarakat nya, sebab kalau mau di tertibkan secara hukum itu sudah hal yang mustahil sebab mau di taruh mana mereka dengan jumlah yang ratusan bahkan ribuan penggarap-penggarap liar di Asahan, " cetus TR. Nainggolan. Dan kerusakan Hutan di Kabupaten Asahan, imbuh nya, jangan hanya tertumpu kepada kami tapi pemkab nya juga harus duduk bersama sesuai dengan Peraturan Pemerintah  RI No 62 Tahun 1998 Tentang Penyerahan Sebahagian Urusan Pemerintahan Di Bidang Kehutanan Kepada Daerah, sementara kami hanya di perbantukan dari Sumut dengan jumlah personil yang tidak memadaii sesuai dengan jumlah luas nya Hutan di Kabupaten Asahan.

            Untuk menindak lanjuti siapa-siapa perusak Hutan Lindung Tormatutung Asahan yang bermodus Kelompok tani yang di bekingi LSM maka Hamsyaruddin Nst di boyong ke Mapolres Asahan untuk penyelidikan selanjutnya dan terkabar bahwa ada beberapa pengusaha dan mantan DPRD Asahan juga di sebut-sebut memiliki sejumlah lahan yang cukup luas dengan mengkatrol Kelompok Tani (***)

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.

Munas VI Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) 2017 TN Baluran

TN Baluran (Kader Konservasi Alam)

Usai kegiatan Jambore Nasional Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 8-10 Agustus di Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Baca; Jambore Nasional HKAN 2017 Seluruh jajaran pengurus FK3I Provinsi se-Indonesia bersama Kader Konservasi Alam (KKA) melakukan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI 11-12 Agustus 2017 di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur untuk menentukan pengurus periode 2017-2022. Sesuai dengan tema HKAN 2017 Konservasi ALam Konservasi Kita.hingga tingkat tapak.

Bara JP Tapteng Dikukuhkan, Mantan Trio KPUD Turut Bidani.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara-Kader Konservasi Alam (KKA)  Pasca terbit nya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) No. 043/K-Wil/DPP/Bara JPresiden/IX/2017 tanggal 7 September 2017 oleh Ketua Umum DPP Bara JP Sihol Manulang dalam satu poin nya Menugaskan Kabul Lumban Tobing (sebagai Koordinator), Adrin Ndraha dan Nursarifah Sitompul (sebagai Anggota) untuk menjalankan roda organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah secara kolektif kolegial selaku Caretaker Dewan Pengurus Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah serta mempersiapkan dan melaksanakan Konferensi Cabang Luar Biasa DPC BaraJP Tapanuli Tengah selambatnya dalam tempo 60 (enampuluh) hari untuk memilih dan menetapkan Pengurus Definitif Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah. 

Pertamina TBBM I Kisaran Konservasi Mangrove Asahan

ASAHAN, metro24jam.com – Berangkat dari fungsi sebagai penjaga garis pantai dari abrasi dan terjangan tsunami, yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan penanaman pohon Mangrove sebanyak 48.000 pohon Mangrove atau seluas 12 Ha di Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (13/12/2017).