Skip to main content

PLTMH GONTING MALAHA KEDAULATAN ENERGI INDONESIA


Energi Baru Terbarukan Ramah Lingkungan
PLTMH GONTING MALAHA. Fhoto Tombak Nagara
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Gonting Malaha, terletak di Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, di bangun pada tahun 1992 melalui dana Inperes Desa Tertinggal (IDT) masih jaman nya pemerintahan Presiden Soeharto. Sejalan ide kreatif tersebut yang di usung oleh sekumpulan anak-anak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sumatera Utara (USU) Pada masa itu kehidupan perekonomian warga Desa Gonting Malaha terbilang masih sulit. Selain itu desa tersebut jauh dari infrastruktur desa yang memadai dan  sangat minim pembangunan infrastruktur berupa jalan di tambah pula terpencil di pelosok desa di bawah untaian kaki pegunungan Bukit Barisan Tormatutung.
Setelah di bangun, PLTMH Gonting Malaha dapat memasok kebutuhan arus listrik bagi warga yang kurang mampu. Melaui debit air terjunan Aek Jalit turbin menghasilkan arus dan mengaliri kesejumlah rumah-rumah warga pedesaan sebanyak 250 Kepala Keluarga (KK). Sampai saat ini PLTMH Gonting Malaha masih lestari meski mengalami berbagai kendala dan proses sebab bukan bergerak di sektor bisnis listrik tapi lebih mengutamakan pelayanan kepada warga yang kurang mampu dan sengaja tetap melestarikan nya sebagai asset bangsa yang di berikan oelh pemerintah sejak tahun 1992.

Energi Baru dan Terbarukan
Rumah Turbin PLTMH Gonting Malaha berada di bawah air terjun Aek Jalit. Foto: Tombak Nagara
Pada tahun 2010 PLTMH Gonting Malaha mendapat kunjungan dari tim IMIDAP ( Integrated Mikrohydro Depelopment and Aplication Program) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) yang di ketuai Dr. Ing. Ignatius Iriyanto,SF M eng Sc, Mia Amalia (IMIDAP) dan Aribowo mewakili pihak perusahaan PT. Pasadena Engineering Indonesia.Maksud kedatangan mereka adalah untuk memberikan pinjaman  dana terhadap pembangunan-pembangunan yang konsen pada energi ramah lingkungan terbarukan. Namun karena warga belum mampu memperinci terhadap pengembalian dana pinjaman tersebut dan di nilai terlalu memberatkan warga akhir nya kerjasama tertunda.

Dan pada tahun yang sama juga setelah kepulangan tim IMIDAP UNDP, PLTMH Gonting Malaha mendapat suntikan dana PNPM Desa Mandiri berupa genset dan rehap pipa air.
Namun masih ada yang harus di tanggulangi yakni bendungan air agar di perbesar guna menampuk stok air jika terjadi saat musim kemarau dan merancang sebuah Peraturan Desa (Perdes) agar PLTMH tersebut menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Perdes sempadan Sungai Jalid  agar berpayung hukum dalam pelestarian hutan dan lingkungan hidup demi kelangsungan (sustainable) PLTMH Gonting Malaha kemudian hari kelak.
Energi Baru Terbarukan
Terjunan Aek Jalit. Fhoto :Tombak Nagara
Energi Baru Terbarukan
Air Terjun Jalid menggerakan turbin PLTMH Gonting Malaha
Sampai saat ini PLTMH Gonting Malaha masih di kelola atas swadaya masyarakat dan baru-baru ini saya berwisata alam  ke lokasi tersebut pada tanggal 11/4/2015 bersama teman sekampung sambil mencari batu akik, heeee... dan PLTMH Gonting Malaha sampai saat ini masih eksis menerangi rumah-rumah warga dan saya sendiri adalah konsumen pelanggan PLTMH Gonting Malaha.
Energi Baru Terbarukan
Berwisata alam ke Air Terjun Jalid penggerak turbin PLTMH Gonting Malaha


Energi Baru Terbarukan
Bendungan Air PLTMH Gonting Malaha
Energi Baru Terbarukan

Terkait dengan PLTMH, kita akan teringat kepada para pemimpin-pemimpin bangsa ini dalam membangun kedaulatan energi terbarukan yakni ramah lingkungan apalagi Kecamatan Bandar Pulau kaya dengan energi batu bara putih seperti Aek Piasa, Aek Sakur, Aek Tarum, Aek Simundol dan tak kalah hebat nya adalah Sungai Asahan yang sampai saat ini belum ditindak lanjuti pemerintah RI untuk membangun PLTA Asahan III, Asahan IV, V dan VI dan Bapak Presiden Joko Widodo sendiri sangat konsen terhadap energi terbarukan apalagi Sumatera Utara devisit listrik.
Jalan Menuju Rumah Turbin
Tebing Curam bertangga menuju turbin PLTMH bersama teman saya Atok Wongso 11/4/2015. Fhoto Tombak Nagara
Sudah lama kami mengidamkan PLTMH Gonting Malaha ini di bangun dengan kavasitas yang lebih besar lagi mengingat penting dan devisit nya arus listrik. Selain pembangunan perekonomian dengan peningkatan kavasitas arus yang dapat memasok kebutuhan home industri pembangunan para pelanggan dari konsumen PLTMH itu sendiri tak kalah penting nya. Yakni peningkatan kecerdasan energi ramah lingkungan dari sudut pandang pelestarian lingkungan hidup dan pengayaan tanaman yang dapat menyerap karbon.Tanaman itu sendiri berjenis buah-buahan yang dapat menambah perekonomian warga.

Energi Baru Terbarukan
Bendungan Air PLTMH  Gonting Malaha

Peranserta pemerintah sangat diharapkan dalam menggenjot energi terbarukan. Selain itu peran serta Coorporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan juga sangat mendorong pertumbuhan energi terbarukan yang bersempadan dengan PLTMH tersebut seperti PT. Asian Agri Group dan PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE).Kedaulatan energi terbarukan sangatlah potensial di Kabupaten Asahan dengan bentang alam pegunungan Bukit Barisan Hutan Lindung Tormatutung Asahan dan hutan tepi pantai Selat Malaka.
Pipa dan Rumah Turbin
Pipa menuju rumah turbin PLTMH Gonting Malaha
Maka tak salah jika Kabupaten Asahan memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) seperti Jepang yang telah mempergunakan energi Batu Bara Putih Sigura-gura PT. Inalum dalam peleburan Aluminium sebelum beralih menjadi BUMN.(*) Indonesia Madu Segala Zaman.

LESTARIKAN PLTMH GONTING MALAHA....!!!

Artikel Terkait :
1.Potensi PLTMH Air Terjun Tangga Hambing
2.PLTMH Gonting Malaha

Travo Arus
Travo PLTMH Gonting Malaha
Energi Baru Terbarukan
Pipa dan Rumah Turbin PLTMH Gonting Malaha


Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

SUNGAI ASAHAN DALAM MINIATUR PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDAR PULAU YANG BAROKAH

Oleh: Amiruddin Dolok Saribu Alias Tombak Nagara
Sungai Asahan berasal dari Danau Toba Kabupaten Tobasa dengan melintasi pegunungan hutan lindung Tormatung Asahan mengalir dan membelah sejumlah desa-desa di Kabupaten Asahan, Tobasa dan bermuara ke Kota Madya Tanjung Balai membaur ke pantai laut Selat Malaka. Sungai Asahan merupakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Salah satu yang membuat Sungai Asahan mendunia karena sering menjadi tempat ajang perlombaan arum jeram bertaraf international. Namun sejak di bangun nya PLTA Asahan III arung jeram sudah tidak terdengar lagi kabar nya.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.