Skip to main content

SUNGAI ASAHAN DALAM MINIATUR PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDAR PULAU YANG BAROKAH


Sungai Asahan membelah Kecamatan Bandar Pulau dan Kecamatan Aek Songsongan bermuara ke Tanjung Balai. Fhoto Tombak Nagara
Bupati Batu Bara Drs. H OK Arya Batu Bara SH, MM bersama rombongan melakukan kunjungan ke Bandar Pulau  pada alur Sungai Asahan dengan bermain Zetsky Jum'at 8/5/2015. Fhoto Ist Tombak Nagara
Bupati Batu Bara Drs. H OK Arya Batu Bara SH, MM bersama rombongan melakukan kunjungan ke Bandar Pulau  pada alur Sungai Asahan dengan bermain Zetsky Jum'at 8/5/2015. Fhoto Ist Tombak Nagara




Oleh: Amiruddin Dolok Saribu Alias Tombak Nagara

Sungai Asahan berasal dari Danau Toba Kabupaten Tobasa dengan melintasi pegunungan hutan lindung Tormatung Asahan mengalir dan membelah sejumlah desa-desa di Kabupaten Asahan, Tobasa dan bermuara ke Kota Madya Tanjung Balai membaur ke pantai laut Selat Malaka. Sungai Asahan merupakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Salah satu yang membuat Sungai Asahan mendunia karena sering menjadi tempat ajang perlombaan arum jeram bertaraf international. Namun sejak di bangun nya PLTA Asahan III arung jeram sudah tidak terdengar lagi kabar nya.


Selain itu tak kalah penting dan hebat nya adalah pemanfaatan jasa permukaan air sebagai pembangkit energy listrik PLTA Sigura-gura yakni PT. Inalum untuk melebur aluminium di Kuala Tanjung Kabupaten Batu Bara yang sebelum mekar  masih wilayah teritorial Kabupaten Asahan. Dan PT Inalum dahulu di kelola oleh negara Jepang yang kini sudah berpindah tangan di kelola oleh pemerintah RI.

Sejalan dengan itu dan seiring perjalanan  waktu kini masyarakat Kabupaten Asahan yang terdiri dari 6 (enam)  kecamatan mendeklarasikan sebuah aspirasi baru dengan nama Gerakan Masyarakat Pemekaran Kabupaten Bandar Pulau (Gempala) pada tanggal 17/2/2014 dari sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Bandar Pulau, Aek Songsongan, Rahuning, Pulau Rakyat, Aek Kuasan dan Kecamatan Aek Leidong yang di ketuai Khairum Hanafi Silalahi.

Sekretariat Gempala Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Pulau Rakyat. Photo : Tombak Nagara

Dewan Pembina Laskar Gempala Sidik ST. Photo : Tombak Nagara
Sayap Gempala pun terbentuk dan bermanuver dengan nama Laskar Gemapala yang terdiri dari civitas akademisi dengan sejumlah kampanye dan seminar-seminar dalam pemaparan kajian akademis tentang Gempala di Hotel Bintang 1/11/2014.
Seminar tersebut di hadiri oleh Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP yang di wakili oleh Asisten I Taufik Zainal M.Si. Selain itu sejumlah anggota DPRD TK II Asahan turut hadir sebagai pembicara seperti Hajjah Winarni mewakili Ketua DPRD dan tek ketinggalan Muslim Simbolon anggota DPRD Sumut turut memberikan materi. Sementara Saor Panjaitan selaku putera Aek Songsongan yang bekerja di Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri turut hadir pula sebagai pemateri utama.
Saor Panjaitan Seminar Gempala di Hotel Bintang Photo : Tombak Nagara

Muslim Simbolon dan Hajjah Winarni Seminar Gempala Hotel Bintang.Photo : Tombak Nagara

Taufik Zainal M.Si.Seminar Gempala Hotel Bintang. Photo : Tombak Nagara

Namun sebelum nya pada tanggal 1/9/2014 Bupati Asahan Drs. Taufan Gama melakukan pertemuan dialog dengan Gempala sekaligus ajang silaturahmi di lapangan sepak bola Aek Songsongan dan memberikan restu nya atas wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bandar Pulau namun semua terpulang kepada pihak pemerintah RI dengan alasan masih belum di cabut nya moratorium pemekaran. Selain itu hampir bersamaan pula di usung wacana pembentukan DOB Provinsi Sumatera Pantai Timur (Sumpit) salah satu penggagas nya adalah Muslim Simbolon. Adapun DOB Sumpit tersebut meliputi Kabupaten Asahan, Kota Madya Tanjung Balai, Kabupaten Batu Bara, Labuhan Batu Utara (Labura), Labuhan Batu Selatan (Labusel) dan Kabupaten Labuhan Batu (induk).

Fasilah Samosir, SH Ketua Laskar Seminar Gempala Gempala Hotel Bintang.Photo : Tombak Nagara

Civitas akademisi Universitas Asahan Seminar Gempala di Hotel Bintang. Photo : Tombak Nagara
Bupati Asahan Drs. Taufan Gama Simatupang dan Fasilah Samosir, SH di Lapangan Aek Songsongan. Photo : Tombak Nagara

Menurut Khairum Hanafi Silalahi Bandar Pulau merupakan eks kewedanaan dan sejumpalah kewedanaan di Kabuten Asahan hanya Bandar Pulau yang belum mekar menjadi Kabupaten. Tanjung Balai telah menjadi Kota Madya dan begtu pula Batu Bara telah menjadi Kabupaten. Masyarakat tinggal menunggu hasil wacana pembentukan Kabupaten Bandar Pulau dan Provinsi Sumpit kedua wacana tersebut sudah di usung sampai ke tingkat pusat. 
Khairum Hanafi Silalahi Ketua Umum Gempala di Lapangan Aek Songsongan memberikan pidato di hadapan Bupati Asahan Photo : Tombak Nagara

“Semoga terlaksana cita-cita Gempala mewujudkan Kabupaten Bandar Pulau yang barokah,”kata Khairum Hanafi Silalahi (*) Indonesia Madu Segala Zaman



Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

Tugu Sarang Helang 'Dikenang Sifat Kesatria Rakyat Asahan'

Selain Tugu Perjuangan Bandar Pulau yang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, (Baca:Tugu Perjuangan Bandar Pulau masih ada satu lagi sebuah Tugu Perjuangan Sarang Helang yang terletak di Desa Sarang Helang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.