Skip to main content

Koridor Silumilit Ancaman Ekologi

Atribut Alt dan Title Gambar Koridor Silumilit
Pembukaan koridor pada area hutran lindung Tormatutung menuju enclave Silumilit.                          
Sejak di buka nya jalan menuju enclave Silumilit oleh pengusaha dengan izin no 3/1 / IPPKH-PB / PMDH / 2015 tanggal 25 Maret 2015 Tentang Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk menuju enclave Silumilit atas nama PT. DJRP seluas 16,476 Ha di Kawasan Hutan Lindung Tormatutung Reg 1 / A Asahan membuka peluang besar kerusakan hutan lindung.
 


Hal tersebut terbukti ditemukan nya beberapa titik perambahan dan pembakaran hutan dengan sengaja pada kawasan hutan lindung di kiri dan kanan jalan koridor Silumilit.

"Berdasarkan temuan dan laporan masyarakat kepada kami bahwa sejak di buka nya jalan ke Silumilit hutan kiri kanan koridor jadi incaran perambah, maka kami mengadakan patroli gabungan dan meminta kepada pemilik izin koridor harus bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan sepanjang jalan koridor," kata TR. Nainggolan, SH, MAP Komandan Polhut Asahan di hadapan ahli waris Silumilit dan pengusaha yang di sebut-sebut telah membeli enclave Silumilit di lokasi pembuatan koridor Desa Gunung Berkat, Kecamatan Kota Pulau, Kabupaten Asahan, Sumut Rabu, 29/7/15.
                                                   Patroli gabungan Polhut Asahan.                                                 
Kedatangan jajaran Polhut Asahan bersama dengan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Asahan Ir. Mangara Sitorus, Kanit Tipidter Polres Asahan Ipda. Riyanto, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, serta Danramil 015 Kota Pulau Kapt Inf. B. Simatupang. Tak ketinggalan para pegiat lingkungan Jaringan Wahana Rimba Raya (Jawara) turut serta dan penulis juga di bawa oleh Polhut Asahan sebagai mewakili masryakat perbatasan hutan.

Kami datang kemari, lanjut TR. Nainggolan, yang juga Ketua Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) Sumut, bersama Polres dan Dinas Lingkungan Hidup Asahan serta dengan jajaran TNI dari Danramil 015 Kota Pulau Kapten Inf. B. Simatupang, menegaskan agar pihak perusahaan dan ahli waris Silumilit kira nya dapat membuat kesepakatan dalam pengamanan hutan sepanjang izin jalan koridor.

Di tegaskan TR. Nainggolan kembali, bahwa pembakaran dan perambahan hutan di kiri kanan badan jalan koridor itu di sengaja dan seperti nya tata cara perizinan koridor dan tanggung jawab sebagai pemilik izin koridor tidak berjalan.

"Ini kan, seperti nya tanggung jawab pengamanan hutan tidak jalan, pemilik izin semesti nya harus tegas dan komitmen dalam pengamanan hutan sepanjang koridor jangan nanti terjadi banjir bandang kami yang di serang warga," tegas TR. Nainggolan.
Atribut Alt dan Title Gambar Koridor Silumilit
                                   Komandan Polhut Asahan, Tanggu Raja (TR) Nainggolan, SH MAP.                                 
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Asahan Ir. Mangara Sitorus juga menegaskan hal yang sama dan secepat nya membuat kesepakatan antara pemilik izin koridor dan ahli waris Silumilit bersama dengan instansi terkait agar secepat nya membuat MoU. 

"Secepat nya kita membuat MoU sebelum hutan ini habis di Rambah dan kami tidak segan-segan melayangkan surat protes kepada menteri agar izin di tinjau ulang atau di batalkan," tegas Ir. Mangara Sitorus.
Kadishutbun Asahan Ir. Mangara Sitorus.
Sementara Kanit Tipidter Polres Asahan Ipda. Riyanto memberi ultimatum bahwa jajaran Polres Asahan tidak akan memberi toleransi saat nanti nya warga-warga perambah tertangkap tangan oleh kepolisian.

"Mulai dari sekarang kami himbau ketika perambahan terus berlanjut dan kami menangkap para perambah maka tidak ada ampun lagi sebab hutan lindung ini paru-paru dunia ketika rusak yang menjadi ancaman adalah masyarakat luas untuk itu mari kita sama-sama menjaga," kata Ipda. Riyanto.
Hanya ajal saja, tegas Riyanto, yang tidak bisa di tunda kalau soal perizinan itu hanya masalah administrasi bisa berubah kapan saja ketika mengancam stabilitas keamanan lingkungan dan berujung dengan pembatalan izin.

Pengamat hutan Asahan Tahan Siamanjuntak, SH mendesak jajaran Polhut Asahan agar bertindak tegas meski perizinan mereka dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Repoblik Indonesia sebagai mana Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1998 Tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan, Pengelolaan hutan lindung diserahkan kepada Kepala Daerah Tingkat II yang mencakup kegiatan pemancangan batas, pemeliharaan batas, mempertahankan luas dan fungsi, pengendalian kebakaran, reboisasi dalam rangka rehabilitasi lahan kritis di kawasan hutan lindung, dan pemanfaatan jasa lingkungan.

"Meski izin koridor mereka dari menteri tapi wewenang tanggung jawab keamanan hutan di limpahkan kepada kabupaten jadi mereka 'pemilik izin' tidak bisa lengah dan punya andil besar dalam menjaga kedaulatan hutan lindung sepanjang badan jalan koridor dan menyediakan lahan pengganti seluas izin koridor," kata Tahan Simanjuntak, SH.

Baca Juga
Di beritahukan, bahwa enclave Silumilit berada di tengah-tengah hutan lindung Tormatutung Asahan sesuai dengan peta kehutanan kabupaten Asahan seluas 900 Ha dengan status putih berada dalam pemerintahan Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan dan di beli oleh salah seorang pengusaha Medan Rajiman Silalahi. Sementara izin koridor melintasi Desa Gunung Berkat dan Desa Tangga sepanjang 17 km dengan lebar badan jalan 10 m pada kawasan hutan lindung Tormatutung Asahan.

 "Enclave Silumilit bekas perkampungan warga pada zaman belanda dan berstatus putih dengan luas 900 ha namun masuk kedalam nya melintasi hutan lindung," kata TR. Nainggolan saat bincang-bincang di kantor nya Kisaran.

Sejak tanggal 28 Juni 2015 tepat nya di lokasi kejadian Desa Gunung Berkat, Kecamatan Kota Pulau, Kabupaten Asahan telah terjadi pembakaran hutan lindung Tormatutung Register 1 / A Asahan pada areal izin koridor Silumilit sampai saat ini belum ada upaya penghijauan.

"Pembakaran hutan di kiri-kanan pada koridor Silumilit mutlaq tanggung jawab pemegang izin dan wajib di reboisasi dan dinas kehutanan Asahan tidak bisa tinggal diam sebab terjadi nya pembakaran tersebut akibat pembukaan jalan dan ketika di biarkan habis nanti hutan lindung," kata Irmansyah, SE pengamat hutan Jawara Asahan, Sabtu 1/8/2015.

Kita masih rancu, lanjut Irmansyah, dengan izin koridor Silumilit, sebab dahulu nya pada patok pilar izin tersebut tertulis Izin Pinjam Pakai atas nama Bupati Asahan (IPBA) dan kabar nya sekarang beralih ke pengusaha.

Menyikapi kerusakan dan pembakaran hutan di koridor Silumilit Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Asahan melakukan patroli gabungan bersama Kepolisian Tipidter Polres Asahan, Dinas Lingkuhan Hidup beserta dengan Dan Ramil 015 Kota Pulau, Rabu 29/7/2015.

"Untuk sementara kegiatan ini di berhentikan sebelum kata sepakat antara pemilik izin, ahli waris Silumilit membuat MoU tentang pengamanan hutan di sepanjang koridor Silumilit," kata Ir. Mangara Sitorus, Kadishutbut Asahan.

Warga masyarakat Desa Gunung Berkat mengecam telah terjadi nya perambahan dan pembakaran hutan di koridor Silumilit dan aplaus atas tindakan Dishutbun Asahan untuk penghentian kegiatan sementara.

"Kita aplaus atas tindakan Dishutbun Asahan agar di lakukan penghentian kegiatan sementara sebelum ada kata sepakat dan sangat khawatir akan kerusakan hutan cuma kami merasa heran kok sampai sekarang kegiatan terus berlanjut bahkan alat berat pemecah batu masuk lagi ke dalam hari ini," kata Ramli MRP tokoh pemuda Desa Gunung Berkat.

# Terkait Pembukaan koridor Silumilit Dishutbun Panggil Ahli Waris
♧ Polhut: Tidak ada kepastian tidak terjadi nya perambahan Tormatutung.
Dishutbun Kabupaten Asahan pangil Pengusaha dan ahli waris Silumilit.
Pasca razia gabungan Polhut, Dishutbun, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Asahan dan Jajaran TNI Danramil 015 Kota Pulau Rabu 28/7/2015 lalu, ke lokasi pembukaan koridor menuju enclave Silumilit Desa Gunung Berkat, Kecamatan Kota Pulau, Kabupaten Asahan, kini, Selasa ( 11/8) para ahli waris Silumilit dan pengusaha, di panggil oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Asahan di aula Dishutbun Asahan yang juga di hadiri Kanit Tipidter Polres Asahan Ipda. Ariyanto, Camat Kota Pulau Aspihan Daulay, SH dan Camat Aek Songsongan M. Aris, Kepala Desa Gunung Berkat Mukmin Hidayah, serta Danramil 015 Kota Pulau Kapt Inf. B. Simatupang.

Dalam pemanggilan tersebut membicarakan sebuah formula kesepakatan tentang pengamanan hutan sekitar areal izin koridor sepanjang 16 km dengan lebar badan jalan koridor 10 m yang sebelum nya sempat terjadi beberapa titik perambahan dan pembakaran serta pengkapling-kaplingan hutan lindung.
Dari Cakupan pemanggilan tersebut Dishutbun Asahan menegaskan kepada pemilik izin koridor dan ahli waris serta pihak-pihak instansi terkait berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan lindung Tormatutung tertuang dalam bentuk MoU.

Saya menghimbau kepada ahli waris jangan ada saya dengar merambah hutan demikian juga dengan pemilik izin marilah kita sama-sama saling berkordinasi dalam menjaga kelestarian hutan lindung, & kata Ir. Mangara Sitorus Kadishutbun Asahan.

Jangan kita wariskan, lanjut nya, kepada generasi kita sebuah kehancuran dengan rusak nya ekosistem.
Sementara Kabid Kehutanan Ir. M. Taufik mendesak kepada pemilik izin koridor agar melakukan reboisasi terhadap sejumlah titik pembakaran hutan.

"Apakah saudara pihak pemilik izin sudah siap melakukan reboisasi dan kapan di laksanakan kalau bisa secepat nya, & kata Taufik.

Menjawab hal tersebut pengusaha serta pemilik ahli waris Silumilit menyatakan kesanggupan merebosasi.
                  
"Dalam minggu ini kita sudah mereboisasi nya dan mempersiapkan bibit tanaman hutan", kata Para Pengusaha maupun ahli waris.

Kepala Tim (Katim) Komandan Polisi Hutan (Polhut) Asahan TR. Nainggolan SH, MAP mengultimatum keras kepada ahli waris Silumilit dan pemilik izin koridor bahwa dengan terbuka nya jalan tersebut peluang kehancuran hutan pasti terjadi cepat atau lambat ketika tidak di sikapi dengan serius.

"Jangan main-main dengan terbuka nya jalan koridor tersebut sebab tidak ada satu jaminan kepastian tidak terjadi nya perambahan sebab peluang sudah terpampang," kata TR. Nainggolan
Maka, tegas TR. Nainggolan, ketika kedepan nya ada hal-hal pengrusakan hutan lindung kembali jangan salahkan jika hukum bertindak meskipun izin tersebut dari Menteri.
Tim Polhut Asahan saat Patroli di koridor Silumilit.
                               
Sementara masyarakat Desa Gunung Berkat merasa risau dan khawatir atas ancaman ekologi dengan terbuka nya jalan koridor di hutan lindung Tormatutung Asahan register 1 / A pasal nya hutan tersebut telah banyak mengalami kerusakan dan beralih fungsi aki bat perambahan. Sejalan dengan pembukaan koridor menjadi peluang menambah daftar panjang kerusakan hutan Tormatutung sebagai penyangga kehidupan warga masyarakat Asahan. Warga meminta kepada Pemerintah RI agar izin koridor Silumilit di tinjau ulang.

"Kita minta pihak pemerintah RI agar meninjau ulang izin koridor Silumilit sebab peluang kehancuran hutan Tormatutung menganga di depan mata sebab enclave tersebut berada di tengah-tengah hutan lindung, & kata Ramli Marpaung.

Di tambahkan nya, bukan itu saja, sekarang sudah nyata berdampak imbas atas pembukaan koridor tersebut dengan terjadi nya banyak terjadi perambahan untuk memperluas areal perkebunan.  

"Coba kita bayangkan, dengan terbuka nya enclave Silumilit sudah barang tentu hutan lindung ini akan punah, belum lagi dampak lingkungan nya, kayu-kayu akan rubuh dan bersileweran keluar masuk kampung mendistribusi kan nya," kata Ramli MRP.

Sementara, lanjut nya, dampak kerusakan lain nya adalah ancaman bencana yang akan menyebabkan pendangkalan Sungai, banjir dan kekeringan sebab sudah tidak seimbang lagi ekosistim Tormatutung seperti kejadian yang lalu-lalu di daerah Sungai Bahorok Langkat. 

Luas hutan enclave silumilit yang di nyatakan putih oleh pihak pemerintah dalam hal ini dinas kehutanan seluas ± 1200 ha akan di usahai oleh pengusaha karena sudah di bayar panjar dan pengusaha tersebut mengurus perizinan koridor sebab menuju areal enclave Silumilit melintasi kawasan hutan lindung.

Hutan Lindung Tormatutung Asahan Register 1 / A, Provinsi Sumatera Utara kian punah akibat perambahan liar, beralih fungsi menjadi tanaman Kelapa Sawit. Harimau Sumatera merupakan hewan endemik menghuni hutan tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi langsung Jaringan Wahana Rimba Raya (JAWARA) Asahan, hutan yang terbentang dari Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Aek Songsongan dan Kecamatan Kota Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara di tetapkan sebai hutan lindung berdasarkan Jatikon zelf Bestuur No-49 SK Penunjukan tanggal 22 juni 1916 seluas 36,800 ha kini kondisi nya sungguh sangat memprihatinkan di Rambah secara liar, di bakar dan puluhan ribu hektar kini beralih fungsi menjadi tanaman perkebunan Kelapa sawit. 

Belum lagi dengan keluar nya SK Menteri Kehutanan No. 579 / Menhut-II / 2014 Tentang Penunjukan Kawasan Hutan Sumatera Utara menyebabkan luas area hutan mengalami penyusutan drastis.

#Pembukaan Koridor berdampak, longsoran di sekitar Pembuatan Koridor Silumilit Resahkan Warga
Sejumlah alat berat dalam pembukaan koridor Silumilit.
                                        
Akibat pembuatan koridor menuju enclave Silumilit dengan menggunakan alat berat sejalan dengan awal penghujan mulai turun di bulan september tepat nya di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan dan Desa Gunung Berkat Kecamatan Kota Pulau, Kabupaten Asahan, Sumut, membuat anak-anak sungai mengalirkan lumpur-lumpur berwarna kuning dengan tingkat kekeruhan pekat. Seperti anak Sungai Pargambiran tumpah ke Sungai Aek Sugapa dan Selanjut nya ke Sungai Aek Sakkur yang melintasi beberapa desa-desa pemukiman dan pada akhir nya bermuara ke Sungai Asahan Kota Madya Tanjung Balai.

Hal serupa juga menimpa warga Desa Tangga, di mana Aek Rangat yang biasa nya di pakai untuk mandi dan minum sekarang menjadi kuning keruh kental.

"Kemarin ada beberapa warga Desa Tangga naik kemari dan marah-marah sebab sungai mereka menjadi keruh akibat doseran jalan koridor Silumilit," kata warga Gunung Berkat bermarga B. Huta Gaol, Minggu, 23/8/2015.

Benar, kata yang lain sesama warga, dan Aek Pargambiran sekarang kental menguning yang tidak pernah kian seperti itu, terpaksalah mereka pindah mengambil air yang jauh ke Panyalangan untuk mandi, minum dan kebutuhan pertanian.

"Ini baru awal penghujan sudah beberapa titik terjadi longsor pada badan jalan koridor kita lihat aja nanti kemuka saat musim penghujan aktif pasti banyak longsor-longsor baru," kata Udin Str dan M. Tambunan.

Kepala Desa Tangga Muslim Siahaan saat di temui membenarkan hal tersebut.

"Memang benar dalam waktu dekat inilah kita panggil pengusahan nya sebagai pemilik izin Koridor ke kantor kita bagaimana solusi nya kepada warga," kata Muslim Siahaan.

Menurut laporan, bahwa pemilik izin koridor terus menggempur hutan-hutan perawan pada kawasan lindung Tormatutung tanpa ada penjelasan Ulasan Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) kepada warga.
                      
"Alat berat main terus di dalam dan sudah 2 km dari panikkiran menuju Silumilit di hutan lindung, habislah nanti hutan kita dan siap-siap banjir bandang karena di buka nya Silumilit di tengah-tengah hutan lindung, dan pemerintah sangat keliru memberi izin koridor yang tidak ada pemukiman warga, "kata Ramli MRP warga Desa Gunung Berkat yang senantiasa memantau jalan nya pembangunan koridor menuju Silumilit.

¤ Reboisasi Belum terlaksana di areal koridor a kibat pembakaran
Perambahan di sekitar koridor dengan kondisi telah di bakar.
Masih dalam pemantauan warga terhadap pembukaan koridor Silumilit bahwa areal yang terbakar di sekitar koridor belum di laksanakan penghijauan sebagai mana amanat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.352 / Menhut-II / 2004 NOMOR: SK.352 / Menhut-II / 2004 TENTANG IZIN PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN KORIDOR UNTUK KEGIATAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU (IUPHHK) PADA HUTAN ALAM ATAU HUTAN TANAMAN pada Pasal 18 menyatakan bahwa Pemegang izin koridor wajib Mengamankan kawasan hutan yang dilalui koridor dari perambahan, penebangan liar, kebakaran, pemukiman liar, penambangan liar, dan atau perbuatan melawan hukum lainnya;
Membuat dan memasang rambu-rambu lalu lintas pada tempat-tempat tertentu; dan Melakukan penanaman kembali.
                                  

¤ SK M enteri Kehutanan RI No. 579 / Menhut-II / 2014 Tentang Penunjukan Kawasan Sumatera Utara.

Seperti yang di kutip di situs edisimedan.com berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.579 / 2014 yang merevisi SK No.44 / 2005 tentang Kawasan Hutan Provinsi Sumut, menetapkan kawasan hutan di Sumut mencapai 3,05 juta hektare.
                    
Berdasarkan fungsinya, SK menetapkan kawasan suaka alam 427.008 hektare, kawasan hutan lindung 1,2 juta hektare, hutan produksi terbatas 641.769 hektare, hutan produksi 704.452 hektare dan hutan produksi yang dapat dikonversi yakni 75.684 hektare. Arti nya semakin berkuranglah hutan di Sumatera Utara.
        Kawasan Hutan Lindung Tormatutung Asahan mengalami degradasi akibat perambahan dan perluasan pertanian sehingga beralih fungsi.                                  
Berdasarkan fakta identifikasi lapangan seperti tersebut diatas dengan lampiran berbagai photo dokumentasi bunga rampai pembukaan koridor menuju enclave Silumilit semua terserah kita masing-masing. Kecakapan kita dapat menagkap setiap isi dan makna berdasar fakta. Fungsi hutan serta membangun kedaulatan nya sudah kita ketahui bersama. Hidup bukan untuk kita saja sebab masih banyak di belakang yang membutuhkan nya yakni generasi anak dan cucu-cucu kita. Sedaya upaya haruslah kita dapat menjadi manusia yang berburdi kepada sang pencipta bahwa peran penting rimba raya sudah di takdirkan untuk kebutuhan dan keselamatan manusia bersama sesuai dengan fungsi nya.

Dan menjadi catatan adalah longsoran-longsoran yang terjadi di sekitar koridor pembukaan jalan menuju enclave Silumilit menjadi perhatian kita terhadap stabilitas tanah tersebut yakni apakah sudah di uji kelabilan kountur tanah sebab dalam pantauan dan perbandingan terhadap pembukaan jalan sigura-gura yang tidak jauh berbeda situasi nya dengan tanah menuju Silumilit tersebut di mana jalan sigura-gura tersebut di atas bawah badan jalan di beri bangunan beton penyangga longsor. Akan tetapi terserah kepada pelaksana pemerintah dalam hal ini Departemen Kehutanan RI yang mengeluarkan izin pembukaan jalan di kawasan hutan lindung. 

Selaku warga masyarakat kita juga mempertanyakan apakah hutan lindung Tormatutung sudah di tata batas dan di mukuhkan pasca SK 579 demikian hal nya dengan program Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kabupaten Asahan sudah sampai dimana dan seperti apa. Sementara perambahan terus terjadi di hutan hutan Tormatutung maupun hutan pantai Asahan jalur Selat Malaka. Dan petugas Polhut Asahan sendiri terlihat kewalahan dengan jumlah personil yang sangat terbatas. Semua terserah wewenang Departemen Kehutanan RI sebagai pemilik yang nama nya hutan Indonesia.

Jika suatu saat terjadi bencana siapakah yang harus disalahkan, sementara korban sudah banyak menjadi contoh akibat kerusakan lingkungan dengan tidak terjaga nya kelestarian hutan. Bukan hanya diri kita saja yang membutuhkan nya binatang sekalipun ada manfaat nya di ciptkan di muka bumi dan mendiami hutan-hutan belantara. Keserakahan selalu menjadi arus utama di dalam diri manusia sehingga tidak jarang menerabas rambu-rambu dan terakhir yang menderita adalah diri kita juga.
SALAM LESTARI ... !!!

PHOTO DOKUMENTASI BUNGA RAMPAI PEMBUKAAN KORIDOR PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG TORMATUTUNG ASAHAN MENUJU SILUMILIT.



 
 

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.

Munas VI Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) 2017 TN Baluran

TN Baluran (Kader Konservasi Alam)

Usai kegiatan Jambore Nasional Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 8-10 Agustus di Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Baca; Jambore Nasional HKAN 2017 Seluruh jajaran pengurus FK3I Provinsi se-Indonesia bersama Kader Konservasi Alam (KKA) melakukan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI 11-12 Agustus 2017 di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur untuk menentukan pengurus periode 2017-2022. Sesuai dengan tema HKAN 2017 Konservasi ALam Konservasi Kita.hingga tingkat tapak.

Bara JP Tapteng Dikukuhkan, Mantan Trio KPUD Turut Bidani.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara-Kader Konservasi Alam (KKA)  Pasca terbit nya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) No. 043/K-Wil/DPP/Bara JPresiden/IX/2017 tanggal 7 September 2017 oleh Ketua Umum DPP Bara JP Sihol Manulang dalam satu poin nya Menugaskan Kabul Lumban Tobing (sebagai Koordinator), Adrin Ndraha dan Nursarifah Sitompul (sebagai Anggota) untuk menjalankan roda organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah secara kolektif kolegial selaku Caretaker Dewan Pengurus Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah serta mempersiapkan dan melaksanakan Konferensi Cabang Luar Biasa DPC BaraJP Tapanuli Tengah selambatnya dalam tempo 60 (enampuluh) hari untuk memilih dan menetapkan Pengurus Definitif Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah. 

Pertamina TBBM I Kisaran Konservasi Mangrove Asahan

ASAHAN, metro24jam.com – Berangkat dari fungsi sebagai penjaga garis pantai dari abrasi dan terjangan tsunami, yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan penanaman pohon Mangrove sebanyak 48.000 pohon Mangrove atau seluas 12 Ha di Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (13/12/2017).