Skip to main content

DIARY TEMU RIMBAWAN

Atribut Alt dan Title Gambar Temu rimbawan
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut Ir. HARLEN Purba MM memberikan laporan kepada Gubsu Gatot Pujo Nugroho
Atribut Alt dan Title Gambar Temu rimbawan
Gubsu H. Gatot Pujo Nugroho membuka kegiatan Temu rimbawan dan Kemah Bakti Bersama Sumut 2014


Berastagi (Kader Konservasi Alam)

Salam rimbawan !!! 

Pada kesempatan ini kembali saya tuliskan diary Temu rimbawan se-Sumatera Utara sekaligus Kemah Bakti bersama dan saya mewakili rimbawan Asahan dari tim independen sementara dari pihak Pemerintah Kabupaten Asahan yakni Polisi Hutan (Polhut) dan Dinas Kuhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Asahan yang berlangsung sejak tanggal Jum'at 24-26 Oktober 20014 lalu, di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan Jalan Medan-Berastagi Km 60 Tongkoh, Kabupaten Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara.

Agenda ini merupakan agenda formal yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Dinas Pengelola Tahura Bukit Barisan Tongkoh, dengan menggandeng Himpunan Mahasiswa Sylva (Himas) Universitas Sumatera Utara (USU).


Temu rimbawan dan Kemah Bakti bersama secara resmi di buka langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H. Gatot Pujo Nugroho, ST Msi. Meski dengan suasana ditengah guyuran hujan namun tidak menyurutkan semangat para peserta Temu rimbawan yang di ikuti adik adik pencinta alam dari SMA dan Mahasiswa, kelompok masyarakat adat di sekitar Tahura, asosiasi penangkar bibit tanaman hutan, rimbawan dari kabupaten / kota, rimbawan mitra kehutanan dan rimbawan inhutani IV yang keseluruhannya diperkirakan sebanyaj 1.300 orang.
Atribut Alt dan Title Gambar Temu rimbawan

Gubsu menghimbau dengan pelaksaan kegiatan Temu rimbawan dan Kemah Bakti Bersama ini menjadi momentum untuk lebih meningkatkan upaya-upaya pelestarian serta rehabilitasi hutan dan lahan agar kita semua dapat turut serta dalam melihat bumi menjadi hijau dan sejuk.
Atribut Alt dan Title Gambar Temu rimbawan
Usai membuka pelaksanaan kemah bakti, Gubsu juga melakukan penanaman pohon dan berbaur pada pencinta alam, dan kemudian langsung menuju lokasi perkemahan dengan melihat langsung aktifitas para pecinta alam dan serta merta tanpa ragu-ragu ikut menggoreng ikan dan ubi untuk di makan bersama-sama.
Dalam sambutannya Gubsu, mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kemah bakti kelestarian hutan dan temu rimbawan Sumut di Tahura Bukit. "Ini membuktikan bahwa didalam diri saudara tertanam kepedulian untuk kelestarian hutan dan lingkungan," kata nya.
Pemprovsu, sambung nya menyambut baik diselenggrakannya kegiatan ini dan sebisa mungkin setiap tahun dapat dilaksanakan terus menerus sehingga para pencinta alam yang ada di Sumut dapat terhimpun dan terwadahi.
Atribut Alt dan Title Gambar Temu rimbawan


Dalam kegiatan tersebut, Gubsu kembali mengingatkan semua pihak untuk terus melakukan kegiatan penanaman pohon. "Kegiatan penanaman pohon merupakan wujud kebersamaan pemerintah dengan masyarakat dan para pihak yang peduli dan terpanggil untuk melakukan kegiatan penanaman secara massal dengan jenis jenis tanaman pilihan yang kemudian bila tumbuh berkembang besar dapat memberikan fungsi dan manfaat untuk kelestarian lingkungan hidup," tutur nya. Dengan gencarnya kampanye gerakan penanaman satu milyar pohon, sambung Gubsu, Alhamdulillah apa yang telah dilakukan pemerintah telah menggugah kesadaran masyarakat dan menunjukan progres yang positif. Realiasasi penanaman pohon satu milyar di provsu sejak tahun 2010 sampai bulan september 2014 telah mencapai 245.129.005 batang atau rata rata kira kira 225.000 hektar lahan kritis telah tertanam.
 

"Kita turut prihatin bahwa masih terjadi bencana yang berasal dari gunung Sinabung yang berkepanjangan. Bencana memang tidak kita minta oleh karena itu tentu kita manusia yang merupakan mitra dari alam haruslah berlaku bijak dengan tidak merusak.

Untuk itu pula Gubsu juga menghimbau bahwa ditengah keprihatinan bencana ini, adik adik generasi muda harus terus semangat berbuat yang lebih baik dengan melakukan perbaikan-perbaikan atas kekeliruan yang diperbuat terhadap alam dengan melakukan gerakan penanaman pohon, menjaga kawasan konservasi dan belaku bijak dengan mengingatkan orang lain yang melakukab pengrusakan.

"Melalui wadah kemah bakti kelestaraian hutan dan temu rimbawan Sumut diharapkan dapat memperbesar jiwa korsa rimbawan yang dapat tubuh pada generasi muda seperti adik adik," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provsu Ir. Halen Purba, MM dalam laporanya menyampaikan dalam rangka memperkokoh solidaritas korps rimbawan yang ada di sumut baik rimbawan yang bertugas di kepemerintahan swasta maupun akademisi maka diperlukan ajang atau wadah pertemuan antar seluruh rimbawan se-Sumut.

"Media silaturahmi yang telah berjalan adalah sebuah rimbawan dan pada pertemuan kali ini kita semua berharap para rimbawan sumut dapat terus berkiprah memberikan kontribusi pemikira dan bakti nyata dalam pembangunan nasional dimanapun mereka berada," kata nya.
Atribut Alt dan Title Gambar Temu rimbawan
Tahura Berastagi menjadi tujuan rimbawan dan Pemprovsu untuk melaksanakan acara Temu rimbawan dan Kemah Bakti dan Hampir 2-3 tahun terakhir acara ini selalu diselenggarakan sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang lestari serta sosialisasi berbagai pelestarian hutan.
Kegiatan tersebut meliputi berbagai kegiatan diantaranya Penanaman dan Pemeliharaan Pohon, Api Unggun, Lomba Lintas Alam (LLA), Lomba Foto, Lomba Foster, Hiburan, door-prize dan seminar sehari di Hotel Berastagi.

Sabtu 25 Oktober 2014 acara di lanjutkan seminar sehari di Hotel Horison Berastagi yang bertujuan untuk penguatan kader-kader jiwa rimbawan. Hadir Sebagai pemateri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Ir. HARLEN Purba, MM kemudian Bapak Ir. Lontas Sirait selaku Kepala Balai Pemantaban Kawasan Hutan (BPKH) I Medan Badan Planologi Departemen Kehutanan Republik Indonesia, Ketua Dewan Kehutanan Daerah Sumatera Utara Arif, SH, MH, Prof. Dr. Ir Abdul Rauf dari Universitas Sumatera Utara (USU) Selaku civitas akademisi dan Dewan Hutan Adat Sumatera Utara. Dalam diskusi tersebut membedah tentang Pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sampai tingkat situs, membentuk rimbawan menjadi Forester, Forest Care dan Forest Ranger. Sementara Prof. Dr. Ir Abdul Rauf menyajikan penelitian bertajuk 'Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi pembangunan.
Seminar sehari di Hotel Horison Beastagi

Bunga Rampai Temu rimbawan Dan Kemah Bakti Sumut 2014:


Atribut Alt dan Title Gambar Temu rimbawan




Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.

REKAM JEJAK BARUS

Pesan Prof Dr. Meutia Hatta kepada Wartawan ( Pers )
" Tulislah sesuatu tentang Barus karena Barus ini bagian dari kebanggaan Nasional, dan juga Jati Diri kita, identitas Nasional karena ini menunjukkan peradaban Indonesia yang lama yang mungkin juga di lupakan orang. Bahkan mungkin bisa menjawab apakah masyarakat Bahari itu juga ada disini. Kita selalu berpikir Indonesia Timur, tapi mungkin disini juga ada. Apalagi disini memungkinkan ada pelabuhan dan sebagai nya. Ini harus ada klaim budaya, tapi klaim budaya itu baru bisa di lakukan apabila sudah ada bukti-bukti yang cukup. Jadi saya kira wartawan juga ikut mendorong . Tapi tolong juga di ingat kan karena wartawan itu ( Pers ) juga mempunyai pungsi mendidik Bangsa. Jadi tolonglah sifat " Tak Kenal Maka Tak Sayang " itu hilang dari perasaan terutama anak-anak muda kita yang duduk di SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi saya kira itu harapan saya bagi pers. Mari Pers ikut mendidik Bangsa". ( Amanat Pr…

WISATA ALAM PEMANDIAN AEK SAKKUR

Wisata alam Pemandian Aek Sakkur terletak Di Dusun I, Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara-Indonesia 21274. Setiap hari-hari besar tempat ini ramai di kunjungi oleh wisatawan setempat, meski bersifat lokal namun tempat dan suasana nya dapat mempertemukan dan berkumpul nya kerbat dan sanak saudara dari berbagai belahan penjuru.