Skip to main content

MY DIARY PEMBEKALAN KADER KONSERVASI


Atribut Alt dan Title Gambar Kader Konservasi Asahan 2014
Pembina Kader Konsevasi BBKSDA Sumut Ida Marni Ginting memberikan arahan kepada rimbawan dan Kader Konservasi Asahan di Hall PT. BSRE Aek Tarum.
Salam Lestari !!!
Meski kegiatan yang di laksanakan ini sudah terbilang hampir satu tahun namun pikiran saya terganggu agar kegiatan tersebut di tuliskan di blog ini, karena rekan-rekan yang terlibat dalam peristiwa pembekalan kader konservasi yang di laksanakan pada tanggal 27-28 November 2014 yang lalu yang sekaligus kegiatan tersebut menyambut Bulan Menanam Pohon selalu memepertanyakan dokumentasi nya. Mengingat rekan-rekan memiliki smart phone maka nanti tinggal kirim link nya saja dan bisa menjadi kenangan buat mereka dan dapat melakukan kegiatan seperti ini kembali.


Pasca Temu rimbawan Sumatera Utara 24-26 Oktober 2014 di Balai Besar Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan Tongkoh, Berastagi, dimana acara temu rimbawan tersebut secara spesifik juga di buka seminar sehari di Hotel Horison Berastagi Sabtu 25 Oktober 2014 dalam penguatan kader-kader jiwa rimbawan. Hadir Sebagai pemateri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Ir. HARLEN Purba, MM Kemudian Bapak Ir. Lontas Sirait Kepala Balai Pemantaban Kawasan Hutan (BPKH) I Medan Badan Planologi Departemen Kehutanan Republik Indonesia, Ketua Dewan Kehutanan Daerah Sumatera Utara Arif, SH , MH, Prof. Dr. Ir Abdul Rauf dari Universitas Sumatera Utara (USU) Selaku civitas akademisi dan Dewan Hutan Adat Sumatera Utara. Dalam diskusi tersebut membedah tentang Pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sampai tingkat situs, membentuk rimbawan menjadi Forester, Forest Care dan Forest Ranger. Sementara Prof. Dr. Ir Abdul Rauf menyajikan penelitian bertajuk Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi pembangunan.

Namun pada topik membentuk rimbawan menjadi Forester, Forest Care dan Forest Ranger dengan situasi dan fakta identifikasi lapangan tampak nya belum terpenuhi dimana sejumlah lahan dan hutan masih sering terjadi hampir setiap tahun dan sejumlah titik api pada Agustus-September 2015 mengepung indonesia.Tapi kita tidak menyerah semoga pemerintah serius menyikapi dan memebenahi aparat Polisi Hutan (Polhut) Indonesia menjadi berdaya guna, bertambah jumlah personil nya di tiap-tiap daerah dan sebaik nya kembali ke Kementerian Kehutanan saja tidak tergantung kepada Pemerintah Kabupaten setempat di seluruh Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut diatas pada Kamis 27 dan Jum'at 28 November 2014 rimbawan Asahan mengadakan Pembekalan Kader Konservasi oleh Tim Kader Konservasi (KK) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara yang di selenggarakan oleh Jaringan Wahana Rimba Raya (JAWARA) Asahan bekerja sama dengan PT. BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE (BSRE) Aek Tarum di Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Kota Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Selain pembekalan Kader Konservasi kegiatan juga di isi dengan Pelepasan ikan Jurung dan ikan Nila di Sungai Bantia Kamis 27/11/2014 dan penanaman Pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Tarum dalam rangka memperingati hari Menanam Pohon Nasional-Bulan Menanam Nasional (BMN) 28 November 2014 bersama Manager PT. BSRE, JAWARA, Tim Pembina Kader Konservasi BBKSDA Sumut serta BKSDA Resort Asahan, Tanjung Balai dan Batu Bara Raja Karson Gultom.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri para pegiat lingkungan Kabupaten Asahan dan Labuhan Batu Utara (Labura) seperti Balai Pemuda Pemerhati Lingkungan Hidup (LPPLH) Asahan, para pengusung Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Asahan KTH Mandiri, HTR Labura KTH Lestari Kusuma Bangsa dan pengusung Hutan Kemasyarakatan (hkm) Asahan. Hadir pula Muspika Kota Pulau, dan Uni Dandim 0208 / Pantai Timur Serka Subandi NRP 31930626620573, Kapos Aek Tarum Polsek Kota Pulau Aiptu Kadim Damanik, Sekcam Kota Pulau Irwansyah, S.Ag, masyarakat perbatasan BSRE dan karyawan BSRE dan kader -kader perempuan Jawara dan LPPLH.

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.

Munas VI Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) 2017 TN Baluran

TN Baluran (Kader Konservasi Alam)

Usai kegiatan Jambore Nasional Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 8-10 Agustus di Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Baca; Jambore Nasional HKAN 2017 Seluruh jajaran pengurus FK3I Provinsi se-Indonesia bersama Kader Konservasi Alam (KKA) melakukan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI 11-12 Agustus 2017 di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur untuk menentukan pengurus periode 2017-2022. Sesuai dengan tema HKAN 2017 Konservasi ALam Konservasi Kita.hingga tingkat tapak.

Bara JP Tapteng Dikukuhkan, Mantan Trio KPUD Turut Bidani.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara-Kader Konservasi Alam (KKA)  Pasca terbit nya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) No. 043/K-Wil/DPP/Bara JPresiden/IX/2017 tanggal 7 September 2017 oleh Ketua Umum DPP Bara JP Sihol Manulang dalam satu poin nya Menugaskan Kabul Lumban Tobing (sebagai Koordinator), Adrin Ndraha dan Nursarifah Sitompul (sebagai Anggota) untuk menjalankan roda organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah secara kolektif kolegial selaku Caretaker Dewan Pengurus Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah serta mempersiapkan dan melaksanakan Konferensi Cabang Luar Biasa DPC BaraJP Tapanuli Tengah selambatnya dalam tempo 60 (enampuluh) hari untuk memilih dan menetapkan Pengurus Definitif Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah. 

Pertamina TBBM I Kisaran Konservasi Mangrove Asahan

ASAHAN, metro24jam.com – Berangkat dari fungsi sebagai penjaga garis pantai dari abrasi dan terjangan tsunami, yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan penanaman pohon Mangrove sebanyak 48.000 pohon Mangrove atau seluas 12 Ha di Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (13/12/2017).