Skip to main content

Tormatutung Hutan ku Sayang Hutan ku Malang

Catatan Rimbawan Asahan

Hutan lindung Tormatutung Asahan register 1/A merupakan hutan pegunungan Bukit Bariasan, membentang dari Kecamatan Bandar Pulau, Kecamatan Aek Songsongan hingga Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Hutan tersebut di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan Repoblik Indonesia.
Setiap tahun hutan tersebut mengalami degradasi akibat perambahan dan penebangan liar sehinggaberalih fungsi dengan alasan klasik peningkatan perekonomian warga masyarakat.

Sejak tahun 2004 hingga kini saya selalu melihat-lihat pemandangan alam pegunungan sekalian outbonddan setiap kali kesana penderitaan hutan tersebut tiada berakhir. Meski petugas mehutanan ada di sini tampak nyamereka kewalahan mengambil sikap terhadap masyarakat penjual hutan atau masyarakatpenghancur hutan.

"Tinggal menunggu kehancuran nya saja",gumam dalam hatiku. Dan yang lebih sedih lagi sejak di buka nya jalan koridor di kawasan hutan lindung Tormatutung menuju enclave Silumilit pada bulan Juli 2015 tepat nya lintasan koridor tersebut dari Desa Gunung Berkat (Kecamatan Bandar Pulau) sampai Desa Tangga (Kecamatan Aek Songsongan), Kabupaten Asahan, tampak jelas sekali peluang-peluang dan tanda-tanda akan semakin hancurlah Hutan Gunung Asahan.

Koridor tersebut menurut instansi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Asahan memiliki izin dari Kementerian Kehutanan Repoblik Indonesia.

Akankah kita biarkan, hingga hutan Tormatutung cepat atau lambat akan fuso...?
"SELAMATKAN HUTAN TORMATUTUNG" Hutan Hilang Bencana Datang.
SALAM LESTARI...!!! SAVE FOREST!!!

(Baca : Koridor Silumilit Ancaman Ekologi )
 
 

Popular posts from this blog

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

REKAM JEJAK BARUS

Pesan Prof Dr. Meutia Hatta kepada Wartawan ( Pers )
" Tulislah sesuatu tentang Barus karena Barus ini bagian dari kebanggaan Nasional, dan juga Jati Diri kita, identitas Nasional karena ini menunjukkan peradaban Indonesia yang lama yang mungkin juga di lupakan orang. Bahkan mungkin bisa menjawab apakah masyarakat Bahari itu juga ada disini. Kita selalu berpikir Indonesia Timur, tapi mungkin disini juga ada. Apalagi disini memungkinkan ada pelabuhan dan sebagai nya. Ini harus ada klaim budaya, tapi klaim budaya itu baru bisa di lakukan apabila sudah ada bukti-bukti yang cukup. Jadi saya kira wartawan juga ikut mendorong . Tapi tolong juga di ingat kan karena wartawan itu ( Pers ) juga mempunyai pungsi mendidik Bangsa. Jadi tolonglah sifat " Tak Kenal Maka Tak Sayang " itu hilang dari perasaan terutama anak-anak muda kita yang duduk di SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi saya kira itu harapan saya bagi pers. Mari Pers ikut mendidik Bangsa". ( Amanat Pr…

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.