Skip to main content

Anaku Harapanku Putri Supir Truk Jadi Pramugari Garuda Indonesia

Fatmawati Butar-Butar Anak Supir Truk Lulus Jadi Pramugari
Fatmawati Butar-Butar Pramugari Garuda Indonesia Airlines
                                            
Keberhasilan anak  merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua apalagi dengan kehidupan yang pas-pasan. Hal ini di alami oleh Rusdin Butar-Butar atau yang biasa di sapa Raden, Warga Dusun III Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, bekerja sebagai supir truk namun anak Putri Sulung nya Fatmawati Butar-Butar kelahiran 10 Oktober 1996 tamatan SMA N I Bandar Pulau tahun 2014 di terima menjadi pramugari di PT. Garuda Indonesia Air Lines yang berdedikasi tinggi.

         "Kebanggaan tersendiri bagi  saya dan puji syukur yang tiada terhingga karena di luar kebiasaan umum dengan pekerjaan saya sebagai supir truk buah kelapa sawit ketika melihat anak saya bisa bekerja sebagai Pramugari di PT. Garuda Air Lines,"kata Rusdin Butar-Butar, Rabu (14/10/2015) di rumah nya.
Kita sebagai orang tua, lanjut nya, sudah wajib bersusah payah mendidik dan memenuhi kebutuhan keluarga serta berkewajiban menyekolahkan nya dengan harapan anak menjadi orang yang lebih baik daripada seorang supir.
Pramugari Garuda Indonesia Air Lines
Fatmawati Butar-Butar
Setelah lulus SMA tahun 2014 Fatmawati mengikuti sekolah penerbangan beberapa bulan di Medan (Sumatera Flight) dan kemudian di lanjutkan ke Jogya Flight kemudian terbuka lowongan ke PT. Garuda Indonesia Air Lines. 

      "Setelah lulus SMA ayah menyuruh saya sekolah penerbangan dan saya urus sendiri selama beberapa bulan di Medan dan di Jogya kemudian mengikuti pendaftaran di PT. Garuda Indonesia Air Lines,"kata Fatmawati Butar-Butar saat kepulangan masa cuti nya di rumah orang tua nya.
Setelah di terima di PT.Garuda Indonesia Air Lines, sambung Fatmawati, masih ada proses training sebanyak 7 tahapan lagi yang harus saya lalui dengan ketat dan murni berdasarkan kecerdasan IQ menuju kelulusan. Namun berkat doa orang tua dan usaha yang gigih akhir nya saya lulus menjadi pramugari di PT. Garuda Indonesia Air Lines meski saya hanyalah lulusan SMA dan putri seorang supir truk.

Menurut Fatmawati, yang hanya tamatan SMA dan menguasai 3 bahasa Asing bahwa untuk menjadi pramugari di PT. Garuda Indonesia Air Lines sangat selektif dan wajib memiliki IQ yang tinggi.
         "Ketika masih  SMA saya belajar otodidak bahasa Jepang, Korea dengan memperkuat bahasa Ingris. Saya alami sendiri saat mengikuti test ujian dengan sangat selektif nya agar di terima menjadi Pramugari di PT. Garuda Indonesia Air Lines"kata Fatmawati.

Sementara menurut Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri I Bandar Pulau, Drs. Supatah menyatakan bahwa Fatmawati merupakan anak yang berprestasi dengan memperoleh beberapa piagam baik di dalam maupun di luar sekolah.
          "Memang anak kita itu semasa sekolah merupakan anak berprestasi baik di dalam dan di luar sekolah,"kata Drs. Supatah.

Jerih payah Rusdin untuk membuat putri nya berhasil terbayar sudah dan sekarang tengah merencanakan cita-cita anak perempuan nya yang ke-2.

"Letih, lelah, susahpayah, sekarang sudah terbayar melihat anak saya berhasil menjadi Pramugari di PT. Garuda Indonesia Air Lines,"ungkap Rusdin Butar-Butar dengan mengusap air mata kebahagiaan.
Bersama Keluarga
Fatmawati Butar-Butar bersama ayah dan Ibu beserta kedua adik kandung nya saat cuti di kediaman nya. (Fhoto/Amiruddin Dolok Saribu)
                                

Popular posts from this blog

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

REKAM JEJAK BARUS

Pesan Prof Dr. Meutia Hatta kepada Wartawan ( Pers )
" Tulislah sesuatu tentang Barus karena Barus ini bagian dari kebanggaan Nasional, dan juga Jati Diri kita, identitas Nasional karena ini menunjukkan peradaban Indonesia yang lama yang mungkin juga di lupakan orang. Bahkan mungkin bisa menjawab apakah masyarakat Bahari itu juga ada disini. Kita selalu berpikir Indonesia Timur, tapi mungkin disini juga ada. Apalagi disini memungkinkan ada pelabuhan dan sebagai nya. Ini harus ada klaim budaya, tapi klaim budaya itu baru bisa di lakukan apabila sudah ada bukti-bukti yang cukup. Jadi saya kira wartawan juga ikut mendorong . Tapi tolong juga di ingat kan karena wartawan itu ( Pers ) juga mempunyai pungsi mendidik Bangsa. Jadi tolonglah sifat " Tak Kenal Maka Tak Sayang " itu hilang dari perasaan terutama anak-anak muda kita yang duduk di SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi saya kira itu harapan saya bagi pers. Mari Pers ikut mendidik Bangsa". ( Amanat Pr…

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.