Skip to main content

Hari Kesaktian Pancasila Tanam Pohon Bersama

Hari Kesaktian Pancasila Tanam Pohon Bersama
Peringati Hari Kesaktian Pancasila SMA N I Bandar Pulau, PT. BSRE, Muspika, Rimbawan dan Kader Konservasi Asahan tanam pohon.


Memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2015 jajaran SMA Negeri  I Bandar Pulau bersama jajaran PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) Perkebunan Aek Tarum, Musyarawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Bandar Pulau dan rimbawan Asahan serta komite sekolah melakukan penanaman pohon Pucuk Merah di pinggir jalan dan halaman sekolah SMA N I Bandar Pulau, Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera, Kamis 1/10/2015. Dalam kegiatan usai peringatan Hari Kesaktian Pancasila hadir juga rombongan SMP N 3 Aek Tarum turut serta dalam penanaman pohon bersama.
KUPT Bandar Pulau Kasek SMP N 3 Aek Tarum
Kepala Sekolah SMP N 3 Aek Tarum, KUPT Dikjar Bandar Pulau Darman Siregar, S.Pd dan Kepala Sekolah SMA N I Bandar Pulau Joner Sitorus, S.Pd Melakukan Penanaman Pohon
Tanam Pohon Bersama
Sekretaris Desa Gonting Malaha, Buntu Maraja dan Plt. Kepala Desa Perkebunan Aek Tarum sebagai Desa sempadan BSRE turut serta melakukan penanaman pohon di SMU N I B. Pulau usai upacara Hari Kesaktian Pancasils

Usai melaksanakan upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila di lapangan SMA N I Bandar Pulau bersama Muspika, jajaran PT. BSRE, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda  Manager PT. Bridgestone Ir. L. Sihotang menyerahkan bibit pohon pucuk merah yang sebelum nya di mohonkan oleh Kepala Sekolah SMA N I Bandar Pulau Joner Sitorus S.Pd
Tanam Pohon Bersama
Muspika Bandar Pulau Tanam Pohon Bersama SMA N I B. Pulau pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2015
Baca Juga:
Kader Konservasi Asahan
Tanam Pohon Bersama
Rimbawan Asahan ikut tanam pohon bersama di SMA N I B. Pulau Pada Hari Kesaktian Pancasila

Kegiatan penanaman pohon tersebut bertujuan mendidik anak-anak sekolah agar mencintai lingkungan dan menghijaukan pekarangan-pekarangan sekolah untuk mengurangi dampak polusi udara.


"Kita mulai dari yang kecil-kecil dahulu mengajarkan kepada anak didik kita untuk mencintai lingkungan karena dampak polusi itu semakin terasa apalagi kedepan nya jika kita tidak menanamkan cinta lingkungan kepada generasi sekarang,"kata Joner Sitorus dalam pidato sambutan nya.

Tanam Pohon Bersama
SMA N I Bandar Pulau Tanam Pohon Bersama
Terimakasih, sambung Joner Sitorus, kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan nya dengan terlaksana nya kegiatan menanam yang kita lakukan bersama.
Asisten I PT. BSRE
Asisten I PT. BSRE Ir. Amri Sitorus Tanam Pohon pucuk merah 

Hal serupa juga di katakan oleh Manager PT. BSRE Ir. Lasden Sihotang bahwa mencintai lingkungan harus di tanamkan kepada generasi sejak dini agar kemudian hari terbiasa dan dapat menularkan nya kepada lingkungan sekitar nya.


"Kita harus mencintai lingkungan, melindungi bumi dan lebih giat lagi menanam pohon dan kita aplaus dengan kegiatan seperti ini,"kata Ir. Lasden Sihotang saat memberi kata sambutan. Dan kita, lanjut nya, akan kontiniu dengan kegiatan seperti ini, apalagi terhadap usulan sempadan-sempadan perusahaan kepada kita dalam penyediaan bibit pohon.
Tanam pohon bersama
Rimbawan Asahan dan jajaran PT. BSRE tanam pohon bersama


Tak ketinggalan rimbawan dan kader konservasi Asahan turut mendampingi kegiatan tersebut atas kordinasi dengan pihak PT. BSRE dengan Jaringan Wahana Rimba Raya (Jawara) Asahan.

Salam Lestari...!!!

Salam Rimbawan...!!!

Save Our Planet...!!!

Popular posts from this blog

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

REKAM JEJAK BARUS

Pesan Prof Dr. Meutia Hatta kepada Wartawan ( Pers )
" Tulislah sesuatu tentang Barus karena Barus ini bagian dari kebanggaan Nasional, dan juga Jati Diri kita, identitas Nasional karena ini menunjukkan peradaban Indonesia yang lama yang mungkin juga di lupakan orang. Bahkan mungkin bisa menjawab apakah masyarakat Bahari itu juga ada disini. Kita selalu berpikir Indonesia Timur, tapi mungkin disini juga ada. Apalagi disini memungkinkan ada pelabuhan dan sebagai nya. Ini harus ada klaim budaya, tapi klaim budaya itu baru bisa di lakukan apabila sudah ada bukti-bukti yang cukup. Jadi saya kira wartawan juga ikut mendorong . Tapi tolong juga di ingat kan karena wartawan itu ( Pers ) juga mempunyai pungsi mendidik Bangsa. Jadi tolonglah sifat " Tak Kenal Maka Tak Sayang " itu hilang dari perasaan terutama anak-anak muda kita yang duduk di SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi saya kira itu harapan saya bagi pers. Mari Pers ikut mendidik Bangsa". ( Amanat Pr…

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.