Skip to main content

Polisi Tanam Pohon Asam Gelugur

Nyonya Tatan Dirsan Kapolres Asahan
Nyonya Tatan Dirsan Tanam Pohon di Mapolsek Bandar Pulau
                                             

Dalam kunjungan internal Kapolres Asahan AKBP. Tatan Dirsan Atmaja SIK, ke Mapolsek Bandar Pulau, jajaran Polsek Bandar Pulau lakukan Penanaman pohon asam Gelugur unggul di halaman dan belakang asrama Polsek Bandar Pulau, Kamis (8/10/2015)


        "Kunjungan kerja internal Polres Asahan ke Mapolsek-Mapolsek merupakan kegiatan rutin untuk mempererat hubungan sesama korps Polisi,"kata Kaposek Bandar Pulau, AKP. Amdi Karna, SH di sela-sela kunjungan internal Polres Asahan. Sesuai dengan program, lanjut nya, penanaman sejuta pohon Polri telah menerapkan nya di setiap mako-mako kepolisian, bahwa dengan situasi yang semakin panas dan suasana kabut asap serta di tunjang dengan dominasi tanaman perusahaan perkebunan maupun perkebunan rakyat mayoritas adalah tanaman kelapa Sawit yang tidak ramah lingkungan maka tanaman pohon asam Gelugur cocok untuk jenis tanaman reboisasi dan bernilai ekonomi dan tanaman sampai mati.

       "Kita sekedar memberi himbauan-himbauan kepada masyarakat para Polmas dan Poskamling selanjut nya terserserah masyarakat memilih nya apakah tanaman asam Gelugur atau yang lain nya yang bukan Sawit sebab tanaman asam gelugur adalah tanaman sampai mati,"himbau Amdi Karna.
Di tambahkan nya, mengapa kita memilih jenis pohon asam Gelugur karena Asam ini tanaman sampai mati, semakin tua usia pohon maka semakin baik dan banyak buah nya dan semakin hijau lingkungan sekaligus merubah paradigma masyarakat petani sawit agar beralih ke pola tanaman ramah lingkungan dan menguntungkan.

"Berdasarkan pantauan kita di lapangan dengan keadaan iklim di Bandar Pulau sangat cocok tanaman asam Gelugur dengan banyak nya di jumpai pohon-pohon tua yang tumbuh liar di kebun masyarakat petani namun belum di budi dayakan secara kolektif dengan menerapkan metode tekhnologi pertanian"ujar Amdi Karna.

Penanaman pohon asam Gelugur di Mapolsek Bandar Pulau di lakukan oleh Nyonya Cut Tatan selaku Ketua Cabang Bhayangkari Asahan usai kunjungan internal Polres Asahan ke Mapolsek Bandar Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

                             Mapolsek Bandar Pulau Tanam Pohon Asam Gelugur

Popular posts from this blog

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

REKAM JEJAK BARUS

Pesan Prof Dr. Meutia Hatta kepada Wartawan ( Pers )
" Tulislah sesuatu tentang Barus karena Barus ini bagian dari kebanggaan Nasional, dan juga Jati Diri kita, identitas Nasional karena ini menunjukkan peradaban Indonesia yang lama yang mungkin juga di lupakan orang. Bahkan mungkin bisa menjawab apakah masyarakat Bahari itu juga ada disini. Kita selalu berpikir Indonesia Timur, tapi mungkin disini juga ada. Apalagi disini memungkinkan ada pelabuhan dan sebagai nya. Ini harus ada klaim budaya, tapi klaim budaya itu baru bisa di lakukan apabila sudah ada bukti-bukti yang cukup. Jadi saya kira wartawan juga ikut mendorong . Tapi tolong juga di ingat kan karena wartawan itu ( Pers ) juga mempunyai pungsi mendidik Bangsa. Jadi tolonglah sifat " Tak Kenal Maka Tak Sayang " itu hilang dari perasaan terutama anak-anak muda kita yang duduk di SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi saya kira itu harapan saya bagi pers. Mari Pers ikut mendidik Bangsa". ( Amanat Pr…

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.