Skip to main content

Sungai Silau Membelah Kota Kisaran Sumber Kehidupan

Sungai Silau Kisaran
Sungai Silau Membelah Kota Kisaran. Photo: Tombak Nagara
Hulu Sungai Silau Kisaran berasal dari hutan pegunungan Bukit Barisan Hutan Lindung Tormatutung Asahan Register 1/A, mulai Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge mengalir hingga ke Kota Kisaran, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.
Sungai Silau berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Repoblik Indonesia (RI).
Sungai Silau Kisaran
Sungai Silau Membelah Kota Kisaran. Photo: Tombak Nagara
Sungai Silau pun di kelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silau Piasa Kisaran. Sungai ini bila di telusuri mengalami pendangkalan akibat penebangan liar pada hulu Sungai Silau dan Sungai Piasa. Kendati demikian tetap memberikan jasa permukaan air untuk kehidupan warga Kota Kisaran dan sekitar nya. Selain air tambang pasir Sungai Silau membawa berkah bagi manusia untuk menambah pendapatan perekonomian masyarakat.
Sungai Silau Kisaran
Sungai Silau Membelah Kota Kisaran. Photo: Tombak Nagara
Sungai merupakan sarana transportasi bagi manusia, menjadi sumber air minum bagi makhluk hidup dan menjadi energi listrik. Selain itu sungai dapat menjadi sarana olah raga dan rekreasi bagi manusia dan begitu banyak manfaat sungai bagi kehidupan untuk itu mari kita jaga kelestarian dan kebersihan nya.

Popular posts from this blog

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Tugu Titik Nol Barus

BARUS, SUMUTPOS.CO –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meresmikan Tugu Titik Nol Islam Nusantara yang terletak dipinggir pantai Barat Sumatera di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (24/03/2017).
Hadir juga  Ketua Umum DPP Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Syekh KH Ali Akbar Marbun, Sekjen DPP JBMI Arif R Marbun, Ketua DPW JBMI Sumut  Aidan Nazwir Panggabean, tokoh agama, tokoh masyarakat, mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, sejumlah menteri, FKPD Provsu, Tapanuli Tengah dan undangan. Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti, menekan tombol sirine dan peninjauan lokasi oleh Presiden Jokowi. Tugu (Monumen) ini memiliki tiga tiang penyangga bola dunia ini memiliki filosofi adat Batak yang menjadi kearifan lokal masyarakat adalah Adat Dalihan Na Tolu.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

WISATA ALAM PEMANDIAN AEK SAKKUR

Wisata alam Pemandian Aek Sakkur terletak Di Dusun I, Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara-Indonesia 21274. Setiap hari-hari besar tempat ini ramai di kunjungi oleh wisatawan setempat, meski bersifat lokal namun tempat dan suasana nya dapat mempertemukan dan berkumpul nya kerbat dan sanak saudara dari berbagai belahan penjuru.