Skip to main content

Lulusan Perdana SMK Yapdi Gonting Malaha Dalam Catatan Kecil ku.

Lulusan Perdana


Setelah 3 tahun lama nya sejak berdiri nya SMK YAPDI tahun 2013, dan dengan bersusah payah dalam membangun SMK Yayasan Pendidikan Dinul Islam (Yapdi) Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, akhir nya berhasil menamatkan siswa angkatan perdana dengan jurusan Tekhnik Komputer dan Jaringan. Artinya ada harapan baru kedepan dalam dunia pendidikan di SMK YAPDI Gonting Malaha untuk membesarkan sekolah tersebut.

Sebagai Putera daerah setempat, saya di undang dalam acara kegiatan perpisahan tersebut walau sangat sederhana namun kami bersyukur masih ada yang peduli dengan pendidikan dan mau membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pelosok desa tempat saya tinggal.

          "Dengan bersusah payah dan terseok-seok kita mendirikan SMK YAPDI, alhamdulillah berhasil juga meluluskan anak-anak kita,"kata Ansor AS Sitorus Ketua Yapdi Gonting Malaha, Sabtu 9/4/2016 pada acara perpisahan guru dan siswa bersama orang tua murid.
Ketua YAPDI Gonting Malaha
Ketua YAPDI Gonting Malaha Ansor AS Sitorus.

Yang penting, tambah Ansor, niat kita membangun bangsa yang cerdas, meski sekolah ini berada di pelosok desa, namun ini merupakan keuntungan bagi orang tua siswa dapat menghemat angka pengeluaran biaya di bandingkan anak-anak mereka sekolah keluar daearah. Selain itu para orang tua lebih mudah lagi mengontrol anak-anak daripada sekolah keluar aderah.

                 "Ini merupakan suatu ke untungan bagi orang tua kami, apalagi kemampuan ekonomi yang kurang memadai tapi anak-anak kita dapat mengecam pendidikan SMK dan hemat biaya dan mudah mengontrol nya"terang Ansor di hadapan para orang tua murid.

Insya Allah, sambung Ansor, tahun depan kita membuka kelas jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan dan tahun depan pula para siswa kita PKL kan ke Batam atau ke Malaysia dan insya Allah pula jika ada rejeki kita, akan kita bangun sekolah lagi Madrasah Aliyah di Gonting Malaha untuk membangun generasi yang cerdas.
              Sementara Kepala Sekolah SMK Yapdi, Sudarmaji, SH menghimbau masyarakat agar SMK Yapdi  di dukung agar berkembang sebab meski berada di pelosok potensi SMK Yapdi dapat membangun citra pendidikan baru berbasis kejuruan di desa-desa terpelosok.

              "Sekolah ini harus kita kembangkan membangun anak-anak bangsa sampai ke pelosok dan kita bersyukur sudah bisa meluluskan anak-anak kita dan pasti banyak manfaat nya,"kata Sudarmaji.

Sekarang, lanjut dia, tinggal bagaimana anak-anak kami mengamalkan ilmu pendidikan yang kami berikan dan kami berharap kelak anak-anak kami lulus kuliah sekolah ini menampung para sarjana-sarjana baru. Di samping itu tahun depan kita akan membangun Bisnis Center Yapdi untuk kepentingan dan kemajuan kita bersama 
Kepala Sekolah SMK YAPDI Gonting Malaha
Kepala Sekolah SMK YAPDI Sudarmaji, SH

Popular posts from this blog

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

REKAM JEJAK BARUS

Pesan Prof Dr. Meutia Hatta kepada Wartawan ( Pers )
" Tulislah sesuatu tentang Barus karena Barus ini bagian dari kebanggaan Nasional, dan juga Jati Diri kita, identitas Nasional karena ini menunjukkan peradaban Indonesia yang lama yang mungkin juga di lupakan orang. Bahkan mungkin bisa menjawab apakah masyarakat Bahari itu juga ada disini. Kita selalu berpikir Indonesia Timur, tapi mungkin disini juga ada. Apalagi disini memungkinkan ada pelabuhan dan sebagai nya. Ini harus ada klaim budaya, tapi klaim budaya itu baru bisa di lakukan apabila sudah ada bukti-bukti yang cukup. Jadi saya kira wartawan juga ikut mendorong . Tapi tolong juga di ingat kan karena wartawan itu ( Pers ) juga mempunyai pungsi mendidik Bangsa. Jadi tolonglah sifat " Tak Kenal Maka Tak Sayang " itu hilang dari perasaan terutama anak-anak muda kita yang duduk di SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi saya kira itu harapan saya bagi pers. Mari Pers ikut mendidik Bangsa". ( Amanat Pr…

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.