Skip to main content

Raon-Raon Kebun Raya Bogor Pemantaban Konservasi

Jembatan Kali Ciliwung
Hutan Wisata Kebun Raya Bogor

Dalam rangka memperdalam wawasan konservasi UNTUK HUTAN LESTARI saya melakukan perjalanan ke Bogor tepat nya akhir Desember 2015 dan mampir sejenak ke Gedung Manggala Wana Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup (LHK) yang selanjut nya ke Kebun Raya Bogor. Berhubung di tempat saya terdapat sebaran hutan lindung pegunungan Tormatutung Reg 1/A Asahan di mana saya tinggal di Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Selain hutan gunung hutan tepi pantai juga ada di daerah saya yakni hutan tepi pantai Selat Malaka.

Kemen LHK
Gedung Manggala Wana Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup RI
Saya sendiri bermukim di bawah kaki pegunungan Tormatutung dan telah di ajari Kader Konservasi oleh Pembina Kader Konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Ibu Ida Marni Ginting maka perlu pendalaman dan sekaligus menyegarkan otak setelah sekian lama nya berkutat di perkampungan dan di hutan rimba belantara. Raon dah...cuci otak Raon-raon Ke Balige
Usai dari gedung LHK lanjut ke Bogor dengan menaiki Kereta api Listrik (KRL) hanya ongkos Rp 3000,_.  Murah buanget... ???

Selfie-selfie sejenak sambil di upload photo nya ke facebook gitu...???


Jalur Kereta Api Listrik
Setasiun Bogor
Usai dari setasiun Bogor barulah saya mulai bertandang ke Badan Planologi LHK Bogor dan selanjut nya masuk ke Kebun raya Bogor melihat-lihat keindahan hutan kota yang sudah sangat tua usia nya yang sudah ada sejak zaman Belanda.
Kemen LHK
Badan Planologi Bogor

Keemen LHK
Planologi Bogor.
Untuk masuk kedalam Kebun Raya Bogor kita harus membayar tiket masuk dengan harga Rp 15.000,- . Ditengah kota masih lestari sebuah kawasan hutan menaungi warga masyarakat sekitar memberikan kesejukan dan udara yang bersih tak salah dalam setiap TEMU RIMBAWAN selalu mengamanatkan untuk menjaga kelestarian hutan untuk lingkungan yang berkualitas dan penyangga kehidupan warga masyarakat.
Pintu Gerbang
Pintu Gerbang Kebun Raya Bogor

Pintu Gerbang
Pintu Gerbang Kebun Raya Bogor.

Pintu Gerbang
Pintu Gerbang Kebun Raya Bogor

Pusat Riset Konservasi Hutan Kota
Kebun Raya Bogor 

Wisata Hutan Kota
Kebun Raya Bogor

Wisata Hutan Kota
Kebun Raya Bogor

Wisata Hutan Kota
Kebun Raya Bogor

Di Kebun Raya Bogor
Sungai Ciliwung melintasi Kebun Raya Bogor

Wisata Hutan Kota
Kebun Raya Bogor

Wisata Hutan Kota
Kebun Raya Bogor

Wisata Hutan Kota
Kebun Raya Bogor

Wisata Hutan Kota
Kebun raya Bogor

Jembatan Kali Ciliwung
Kebun Raya Bogor dengan Bacround Jembatan Kali Ciliwung

 Tak jauh dari Kebun Raya Bogor terdapat Gedung Konservasi Kebun raya Bogor LIPI
Kebun Raya Bogor
Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor
Momen raon-raon ke Bogor tidak saya sia-siakan dan saya berkeliling kota Bogor dengan simbol Tugu Kujang Bogor simbol perjuangan putera Kujang Bogor.
Simbol Perjuangan Rakyat Bogor
Tugu Kujang Bogor
 Mumpung ke Jakarta tak salah bila mampir dan keliling-keliling Monas memandang langit cerah diatas Tugu Monas menikmati perjalanan dengan kenikmatan INDONESIA MADU SEGALA ZAMAN
Numpang Lewat Gan di Monas maklum...wonk ndeso

Lambang Ibu Kota Indonesia
Tugu Monas 

Lambang Ibu Kota Indonesia
Tugu Monas Lambang Ibu Kota Indonesia 

Lambang Ibu Kota Indonesia
Tugu Monas

Lambang Ibu Kota Indonesia
Tugu Monas

Lambang Ibu Kota Indonesia
Tugu Monas
Usai keliling Monas saya sempatkan mampir ke Kodam Jaya bertemu teman sekampung dan alhamdulillah Mas Agus Setiandar memberikan waktu luang nya yang super sibuk menjaga kedaulatan dan keamanan kota Jakarta. Dengan suasana yang akrab kami bercerita tentang seputar kampung halaman dan maksud tujuan saya datang ke Jakarta. Pulang nya aku di sangoni, matur nuhun mas Agus yo...?

Kini Mas Agus sudah pindah tugas ke Markas Danyon Kupang. Semoga mas Agus di sana di lindungi Allah Swt dalam menjalankan tugas-tugas negara dan harapan kami kelak Mas Agus bisa jadi Pandam I Bukit Barisan. Dan Kami dapt menjalin kebersamaan dengan TNI membangun kedaulatan hutan lindung dan konservasi tanah dan air. Bersama mereguk manis nya INDONESIA MADU SEGALA ZAMAN 

Salam Lestari....!!!

Mayor Inf. Agus Setiandar
Bertemu teman sekampung di Kodam jaya Mayor Inf. Agus Setiandar

Mayor Inf. Agus Setiandar
Bersama Mayor Inf. Agus Setiandar. 
Baca Juga :

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

SUNGAI ASAHAN DALAM MINIATUR PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDAR PULAU YANG BAROKAH

Oleh: Amiruddin Dolok Saribu Alias Tombak Nagara
Sungai Asahan berasal dari Danau Toba Kabupaten Tobasa dengan melintasi pegunungan hutan lindung Tormatung Asahan mengalir dan membelah sejumlah desa-desa di Kabupaten Asahan, Tobasa dan bermuara ke Kota Madya Tanjung Balai membaur ke pantai laut Selat Malaka. Sungai Asahan merupakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Salah satu yang membuat Sungai Asahan mendunia karena sering menjadi tempat ajang perlombaan arum jeram bertaraf international. Namun sejak di bangun nya PLTA Asahan III arung jeram sudah tidak terdengar lagi kabar nya.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

Tugu Sarang Helang 'Dikenang Sifat Kesatria Rakyat Asahan'

Selain Tugu Perjuangan Bandar Pulau yang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, (Baca:Tugu Perjuangan Bandar Pulau masih ada satu lagi sebuah Tugu Perjuangan Sarang Helang yang terletak di Desa Sarang Helang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.