Skip to main content

Raon-Raon Melihat Keindahan Danau Toba Dari Puncak Dolok Tolong Balige

Hamparan Danau Toba dan Persawahan warga
Keindahan Danau Toba dari atas puncak Dolok Tolong Balige.
Pada medio November 2015 saya melakukan perjalanan ke Tapanuli Tengah untuk tujuan wisata dan seperti biasa saya menaiki sepeda motor dari kampung halaman saya Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Melalui jalur jalan Sigura-gura PLTA Inalum, keluar ke PT. Indorayon Porsea hulu dari Sungai Asahan.
Di Porsea saya beristirahat sejenak melepas lelah dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Tengah dan Sibolga dan sudah barang tentu Balige, Siborong-borong, Tarutung dan Batu Lubang Sibolga rute yang harus saya lalui. Catatan waktu perjalanan saya dari Gonting Malaha sampai ke Tapanuli Tengah memakan waktu 7 jam.


Pada kesempatan tersebut saya mampir di Balige tepat nya puncak Dolok Tolong dengan melintasi keindahan hutan pinus nya. Di puncak Dolok Tolong saya di beritahu oleh sahabat saya bahwa di puncak tersebut ada terdapat sumur Raja Sisingamangaraja yang membuat rasa penasaran saya untuk segera mencapai puncak tersebut.
Memandang-mandang keindahan Danau Toba dari Puncak Dolok Tolong.
Dan sesampai nya saya di atas puncak, memang benarlah ada nya sebuah pemandangan yang indah dan hilang semua beban pikiran. Otak menjadi segar dan hati menjadi bahagia. Udara sejuk dan bersih dengan panorama keindahan Danau Toba. Sungguh besar kekuasaan Allah Swt yang menciptakan langit dan bumi untuk keperluan manusia dan segala makhluk. Maha agung dengan segala rahman dan rahim NYA. 
Cukup lama saya beristirahat di puncak Dolok Tolong, walau hanya sendirian saya melakukan perjalanan namun perasaan saya berasa ramai. Panorama yang tak kalah indah nya dengan milik luar negeri dan saya tetap membandrol negeri saya ini dengan sebutan INDONESIA MADU SEGALA ZAMAN. Kenapa tidak...? Karena Indonesia merupakan miniatur dunia. Dan aku bangga jadi anak Indonesia.





Inilah Sumur Oppung Raja Sisingamangaraja dengan ciri khas bendera Batak nya berwarna merah putih dan biru sebuah makna bendera yang perlu di gali kekuatan nya dan itu memang ada dan di sembunyikan sebahagian raja Bangso Batak.
Sumur peninggalan Raja Sisingamangaraja XII yang di yakini masyarakat memiliki tuah.

Bendera Bangsa Batak Milik Raja Sisingamangaraja di sumur Puncak Dolok Tolong.

Tugu Prasasti Raja Sisinga Mangaraja XII di Puncak Dolok Tolong Balige, Kabupaten Tobasa.

Hutan Pinus menuju Puncak Dolok Tolong.


Numpang narsis sahabat setia saya ini di Puncak Dolok Tolong memandang-mandang keindahan Danau Toba.

Jalan setapak mencapai Puncak Dolok Tolong dengan tegakan hutan pinus dan tebing terjal.

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

SUNGAI ASAHAN DALAM MINIATUR PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDAR PULAU YANG BAROKAH

Oleh: Amiruddin Dolok Saribu Alias Tombak Nagara
Sungai Asahan berasal dari Danau Toba Kabupaten Tobasa dengan melintasi pegunungan hutan lindung Tormatung Asahan mengalir dan membelah sejumlah desa-desa di Kabupaten Asahan, Tobasa dan bermuara ke Kota Madya Tanjung Balai membaur ke pantai laut Selat Malaka. Sungai Asahan merupakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Salah satu yang membuat Sungai Asahan mendunia karena sering menjadi tempat ajang perlombaan arum jeram bertaraf international. Namun sejak di bangun nya PLTA Asahan III arung jeram sudah tidak terdengar lagi kabar nya.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

Tugu Sarang Helang 'Dikenang Sifat Kesatria Rakyat Asahan'

Selain Tugu Perjuangan Bandar Pulau yang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, (Baca:Tugu Perjuangan Bandar Pulau masih ada satu lagi sebuah Tugu Perjuangan Sarang Helang yang terletak di Desa Sarang Helang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.