Skip to main content

Selamat Hari Bumi Mari Malu Dengan Keserakahan Diri.

Menanam Pohon Memperingati Hari Bumi
Seorang anak menanam pohon saat memepringati Hari Bumi
Hari ini Juma'at 22 April 2016 di peringati sebagai Hari Bumi di mana seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati nya. Dalam memperingati Hari Bumi berbagai acara  kegiatan di selenggarakan, menanam pohon, seminar dan diskusi-diskusi umum pada topik penyelamatan dan pelestarian bumi.


Bumi merupakan tempat berdiam manusia dan makhluk-makhluk lain nya, dengan kata lain bumi sebagai poros kehidupan dan poros alam semesta. Jika bumi di rusak maka rusaklah kehidupan. Bentuk-bentuk pengrusakan tersebut anatara lainseperti menebang pohon-pohon hutan tanpa berpikir menanam ulang. Menebang hutan-hutan larangan, hutan mangrove tepi pantai, hutan lindung, hutan Suaka Marga Satwa yang kini hampir punah akibat perambahan dan berubah menjadi tanaman kelapa sawit.

Bumi harus di jaga kelestarian nya agar manusia terhindar dari mala petaka atau bencana. Bumi tidak seimbang apa bila eksploitasi secara membabi buta hanya demi mengejar keuntungan semata. Hutan-hutan di tebangi, sampah bertebaran di mana-mana akan menjadi ancaman ekologi bagi kehidupan manusia.

Di Hari Bumi ini kita tidak membahas kemana-mana tapi cukup dengan berbuat dan taat kepada undang-undang dan taat kepada Tuhan agar kita tidak menjadi budak hawa nafsyu dari keserakahan diri kita sendiri dan pada akhir nya kerusakan terjadi di mana-mana akibat ulah tangan kita yang di kendalikan oleh hawa nafsyu serakah dan terbiasa menjadi budak-budak iblis atau syeitan. 

Kita ketahui bersama bahwa banyak manusia yang pintar di dunia ini tapi kepintaran nya tidak mampu menjaga amanah dan tidak mampu menjaga bumi ini dari kehancuran. bahkan kepintaran nya juga menjadi kamuflase semata bahkan di Hari Bumi ini juga manusia bertopeng turut ambil bagian hanya untuk mengejar keuntungan dari kegiatan tersebut.

Lihatlah bagaimana banyak nya aktifis dan pegiatlingkungan di dunia ini dan banyak nya anggaran dana yang di kelola tapi hasil nya bumi tetap tidak terpelihara justru semakin rusak dan manusia nya juga ikut-ikutan rusak. Limbah-limbah mencemari air, mencemari biota laut dan pantai. Asap-asap pabrik, asap-asap kendaraan bebas menerjang pemukiman tidak di imbangi dengan berbagai tanaman penghijauan yang dapat menyerap emisi gas karbon. Yang paling menyedihkan sekali hutan Indonesia kini hanya tinggal hutan peta semata.

Tidak cukup dengan memperingati Hari Bumi semata, tidak cukup! tapi bagaimana kita dapat mengawal diri kita agar terhindar dari perbudakan  keserakahan dengan kata lain berbuat sesuai aturan dan undang-undang. Sebab keserakahan telah melanggar aturan akhir nya yang terjadi adalah justru kita sendiri sumber malapetakanya. Apa yang tidak bisa kita perbuat dengan kekuasaan dan kepintaran kita jika memang ingin merawat bumi. akan tetapi malah kita membabat norma-norma atau kaidah kehidupan yang penting dapat menghasilkan uang dan uang. Undang-undang dan peraturan justru untuk mencari keuntungan. Kecerdasan dan digdaya manusia telah tumpul tertutup oleh keserahan diri nya sendiri.


Setiap membuat undang-undang membutuhkan anggaran dan pelaksanaan nya jauh dari harapan dan terkadang kita malu melihat diri kita jika kita melihat pola-pola keserakahan yang telah menciptakan pola penghancurkan bumi di darat maupun di laut. Eksploitasi tambang, lautan, hutan telah meluluhlantakan berbagai spesies kehidupan, perubahan iklim dan macam-macam lagi. Semua berteriak karena bumi telah sakit, Ekosistem tidak seimbang dan semua pula berteriak mari selamatkan bumi akan tetapi kita sendiri juga pula yang menghancurkan nya.

Manusia telah menjadi budak hawa nafsyu nya sendiri, menjadi lokomotif perusak alam semesta demi mengejar kepuasan birahi dan egosentris. Tidak pernah menjadi khalifah sebagi pemakmur di muka bumi. Mampukah kita merubah jenis tanaman yang merusak bumi dan merugikan...?. Lihatlah penghancuran hutan Indonesia demi jenis tanaman tersebut dan demi keuntungan tujuh turunan. Tidak ada yang bisa mengawal tentu nyakarena  telah menjadi sindikat terorganisir.

Malu kita melihat pola keserakahan dan kamuflase diri kita sendiri tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan yang di timbulkan nya. Manusia yang di perbudak oleh keserakahan nya kini berubah menjadi vampire yang menyeramkan membunuh kehidupan, membunuh bumi secara perlahan tahun demi tahun. Alasan klasik selalu jadi alasan dan kamuflase.

Dalam memperingati Hari Bumi ini mari kita merenung sejenak untuk tidak menjadi hamba keserakahan melainkan sebagai khalifah pemakmur atau juru selamat seperti ajaran nenek moyang kita para nabi dan rasul. Mari berbuat dan berbuat untuk kelestarian bumi.

Dalam kesempatan ini juga kami berharap Kepada Bapak Presiden Repoblik Indonesia Jokowidodo secepat nya memberlakukan Moratorium Lahan Kelapa Sawit Dan Lahan Tambang sebab apabila tanaman  kelapa sawit ini terus di budi dayakan di Indonesia kita tidak tahu bagaimana kedepan nya. Yang pasti perlahan bumi ini kerontang dan berbagai penyakit akan muncul menyerang penduduk Indonesia. Sebab kemana-mana kita melihat hamparan budi daya kelapa sawit menghiasi bumi Indonesia. Hutan-hutan gambut dan hutan pegunungan berubah menjadi malapetaka dengan seering nya terjadi kebakaran.

Kita harus jeli mana yang baik mana yang buruk, mana kepentingan Ibu Pertiwi mana kepentingan asing. Indonesia ini Indonesia Madu Segala Zaman tidak akan ada yang dapat menandingi nya di alam semesta raya ini sebagai syurga dunia dan anugerah yang Maha Kuasa dan terkhusus untuk kita. Kalau tidak mengapa Belanda dan bangsa asing betah mengeruk sumber daya alam Indonesias.Untuk mari kita pelihara bumi Indonesia dari segala ancaman ekologi dan ingatlah penjajah asing itu bukan orang luar saja tapi diri kita sendiri juga.

Di Hari Bumi ini kami juga mengajak mari kita selamat kan hutan Indonesia dan kejarlah kekayaan melestarikan lingkungan hidup, melestarikan bumi bukan mencari kekayaan dengan mengeksplolitasi hutan dan mereklamasi pantai demi kesombongan ala-ala fir'aun tanpa meperhatikan nasib manusia yang lain yang hidup dengan sederhana.

Tidak akan mampu gedung pencakar langit menyelamatkan bumi ini justru gedung-gedung tinggi tersebut sumber malapetaka jangan kita terlena dengan kemegahan Ala Fir'aun justru itu awal kehancuran. Bangunlah Indonesia ini dengan semangat ramah lingkungan dan kegotong royongan jangan mengikuti arus cavitalis. Indsonesia ini gemah ripah loh jinawi milik rakyat Indonesia bukan milik individualis. Bumi Indonesia bumi yang subur rakyat juga harus subur memiliki lahan-lahan pertanian.

Hari bumi di Indonesia jadikan rakyat jadi tuan di rumah nya sendiribukan penumpang dan penonton, buruh bagi pengusaha-pengusaha kavitalis. Bumi Indonesia harus lestari di tangan keturunan nenek moyang kita bukan keturunan asing atau sejenis nya dengan kekayaan nya memborong tanah-tanah Indonesia, sungguih-sungguh miris.

Hari Bumi adalah hari kekayaan bangsa Indonesia, ini harus menjadi momentum bagi kita seluruh rakyat Indonesia bahwa bumi Indonesia sudah di rusak dengan kekuatan asing di keruk oleh kekuatan-kekuatan para kavitalis semua akan di jadikan lumbung kekayaan untuk 7 turunan terpesona dan mabok mereka dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia dengan mudah nya menitipkan kepentingan nya kepada birokrasi tanpa melihat rakyat Indonesia masih banyak yang tidak memiliki bumi di mana tempat nya berpijak.

Penghancuran hutan, eksploitasi tambang, reklamasi pantai, sebaran tanaman kelapa sawit, hasil-hasil bumi Indonesia tidak pernah di beri harga yang fantastis tampak sekali spekulasi nya di mata para petani Indonesia tapi kita diam dan tidak dapat berbuat apa-apa. Sementara nilai barang kebutuhan untuk pertanian setiap tahun melambung harga nya. Dan setiap bahan bakar minya naik secepat kilat barang-barang keperluan petani Indonesia naik akan tetapi setiap bahan bakar minyak turun harga-harga kebutuhan tidak kunjung turun. Komoditas hasil pertanian petani Indonesia sedemikian rendah harga nya.

Sungguh aneh bagi kita rakyat Indonesia yang di bandrol dengan negeri gemah ripah loh jinawi tapi miskin dalam penikmatan. Padahal kekayaan bumi Indonesia ini tidak akan ada habis-habis nya tapi sayang nya hanya berlaku bagi para kavitalis. 70 tahun Indonesia merdeka semesti nya kekayaan bumi nusantara raya ini dapat memakmurkan rakyat dari segala aspek kehidupan.

Memperingati Hari Bumi ini spekulasi perbumian harus di hapuskan dan memberlakukan makna undang-undang pokok agraria, undang-undang konservasi, lingkungan hidup dan kehutanan. Mulai sekarang kita harus merobah prilaku konsumerisme, apa itu revolusi mental harus terang benderang bagi rakyat dan bumi Indonesia tercinta. 

Salam Indonesia Madu Segala Zaman 

Hari Bumi Salam Lestari...!!!

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.

Munas VI Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) 2017 TN Baluran

TN Baluran (Kader Konservasi Alam)

Usai kegiatan Jambore Nasional Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 8-10 Agustus di Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Baca; Jambore Nasional HKAN 2017 Seluruh jajaran pengurus FK3I Provinsi se-Indonesia bersama Kader Konservasi Alam (KKA) melakukan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI 11-12 Agustus 2017 di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur untuk menentukan pengurus periode 2017-2022. Sesuai dengan tema HKAN 2017 Konservasi ALam Konservasi Kita.hingga tingkat tapak.

Bara JP Tapteng Dikukuhkan, Mantan Trio KPUD Turut Bidani.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara-Kader Konservasi Alam (KKA)  Pasca terbit nya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) No. 043/K-Wil/DPP/Bara JPresiden/IX/2017 tanggal 7 September 2017 oleh Ketua Umum DPP Bara JP Sihol Manulang dalam satu poin nya Menugaskan Kabul Lumban Tobing (sebagai Koordinator), Adrin Ndraha dan Nursarifah Sitompul (sebagai Anggota) untuk menjalankan roda organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah secara kolektif kolegial selaku Caretaker Dewan Pengurus Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah serta mempersiapkan dan melaksanakan Konferensi Cabang Luar Biasa DPC BaraJP Tapanuli Tengah selambatnya dalam tempo 60 (enampuluh) hari untuk memilih dan menetapkan Pengurus Definitif Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah. 

Pertamina TBBM I Kisaran Konservasi Mangrove Asahan

ASAHAN, metro24jam.com – Berangkat dari fungsi sebagai penjaga garis pantai dari abrasi dan terjangan tsunami, yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan penanaman pohon Mangrove sebanyak 48.000 pohon Mangrove atau seluas 12 Ha di Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (13/12/2017).