Skip to main content

MENJAGA ALAM MEMBAWA BERKAH, MENULIS MEMBAWA BERKAH, MANGROVE ASAHAN MEMBAWA BERKAH, THANKS PERTAMINA KISARAN

Konservasi Mangrove Asahan dan Keanekaragaman Hayati
Launching penanaman mangrove bersama Pertamina (Persero) MOR I TBMM Kisaran, Kader Konservasi Alam, Mapala, BKSDA, Jawara, Polhut dan Anggota DPRD Sumut Jenny Berutu, SH Komisi Lingkungan Hidup 13 Desember 2016

Betul kata guru menulislah dan menulislah suatu ketika akan membawa berkah. Selain menulis aktifitas saya di dominasi dengan pekerjaan melestarikan alam. Selaku Kader Konservasi Alam binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara aktif juga pegiat lingkungan di bawah bendera Lembaga Swadaya Masyarakat  Jaringan Wahana Rimba Raya (Jawara).

Sejak duduk di bangku sekolah SMP hingga sekarang saya aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan sudah menjadi kebiasaan dan panggilan dari dalam jiwa tanpa menggunakan dana-dana pemerintah ataupun lembaga donor hibah.
Karena memang saya tidak mungkin bisa sampai kesana karena keterbatasan pengetahuan dan jaringan. Apalagi sudah berbau kepentingan-kepentingan dan spekulasi.

Saya bermukim di bawah kaki Bukit Barisan pegunungan hutan lindung Tormatutung 1/A Asahan setiap saat melakukan pemantauan kawasan hutan dan patroli kebakaran secara suka rela bersama rekan-rekan seprofesi sehingga orang mencibir dan menyebut kami kurang kerjaan. Dan setiap tulisan-tulisan yang kami muat di media-media cetak selalu di cibir ‘apa tidak ada lagi berita yang lain’.

Namun kami memahami ketidaktahuan mereka  akan fungsi hutan bagi manusia membuat hati kami tetap legawa dan ‘nerimo’  (red-bahasa Jawa) dan tetap semangat mensosialisasikan manfaat hutan kepada masyarakat. “Hutan merupakan ruang publik penjaga peradaban” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Repoblik Indonesia Ibu Siti Nurbaya Bakar saat Penutupan Kongres Kehutanan Indonesia ke-VI 28 November-2 Desember’16 di Hotel Grand Sahid Jakarta.
 
Pada postingan saya 02 Mai 2016 Menilisik Keberadaan Hutan Mangrove Asahan Jalur Tepi Pantai Selat Malaka  baca Menelisik Keberadaan hutan Mangrove Tepi Pantai Selat Malaka memuat tentang upaya-upaya pelestarian hutan Mangrove Asahan dengan menggagalkan penyelundupan kayu Bakau ke Singapura bekerja sama dengan pegiat lingkungan Sumatera Utara. Dan saya di minta oleh Kapolhut Asahan TR. Nainggolan, SH menandatangani berita acara penyerahan barang bukti sampan sebanyak 4 buah beserta kayu bakau untuk di serahkan kepada pihak kepolisian. Dibalik kegiatan saya yang terus berpacu menjaga kawasan hutan aktif totalitas sejak tahun 2003 ternyata PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kisaran sedang menggarap proyek Sistem Management Lingkungan (SML) melebihi ketaatan perusahaan dalam bidang Konservasi Mangrove dan Keanekaragaman Hayati di wilayah ring kerja Pertamina untuk memperoleh peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Operation Head (OH) PT. Pertamina (Persero) MOR I TBBM Kisaran Widhi Purbonugroho melalui Kepala Head Savety Environment (HSE) Ongky Pranata Putera searching di goole tentang Mangrove Asahan. Maka munculah blog saya yang sangat sederhana dengan tulisan yang apa ada nya. Kemudia beliau melacak saya dan menemukan facebook dan nomor kontak saya. Dan pada tanggal 25 Mei 2016 mahasiswa jebolan Universitas Andalas tersebut yakni Bapak Ongky menelevon saya yang lagi kebetulan sedang napak tilas selama 3 minggu di tanah Batak (Tobasa, Taput, Tapteng, Sibolga, Humbahas, Samosir dan Simalungun) tepat nya di bawah kaki Pusuk Buhit Samosir di Pemandian Alam situs cagar budaya Aek Si Pitu Dai Limbong Sianjur Mula Mula.
 
with OH Pertamina (Persero) MOR I TBBM Kisaran Widhi Purbonugroho saat akan melakukan launching penanaman mangrove
Semua karena berkah dari Allah swt, berkah alam dalam memuliakan nya, namun harus ada upaya dan ikhtiar yang sungguh-sungguh termasuk menjaga hutan, membuat blog otodidak dan tidak bosan menulis. Keikhlasan dalam bekerja di jabah oleh Allah Swt.

Usai bincang-bincang melalui telepon selular pembicaraan di tutup dengan janji ketemu di kantor beliau untuk menindaklanjuti kegiatan Konservasi Mangrove dan Keanekaragaman Hayati sebanyak 48.000 pohon atau seluas 12 ha dengan jarak tanam 3x1 m dan di tandai dengan MoU. Terimakasih PT. Pertamina perusahaan milik negara berskala international.
Bersama Bapak Onky Prana Putra sebelah tangan Kanan Saya, Bapak Widhi Purbo Nugroho, Ibu Jeanny Berutu, SH Anggota DPRD Sumatera Utara Bidang Komisi Lingkungan Hidup, Babinsa dan Kelompok Tani Hutan  usai penanaman launching Mangrove.
Dalam mewujudkan MoU tersebut saya juga bingung dan masih harus banyak bertanya kepada Bapak Onky tentang tekhnis-tekhnis kerja di lapangan. Namun kembali kepada pepatah Guru malu bertanya sesat di jalan itu di hilangkan dan Sesulit-sulit apapun pekerjaan apabila di tekuni dengan sungguh-sungguh maka dengan sendiri nya pekerjaan tersebut rela membukakan rahasia nya.

Saya pun tidak menyia-nyiakan kepercayaan mereka dan terus berkhidmad menjalankan kegiatan konservasi mangrove. Bersama BBKSDA Sumut, Polhut serta Kader Konservasi Alam saya menjalankan kegiatan tersebut. Di samping itu saya menyertakan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sumut dan Asahan. Kemudian Kelompok Tani Hutan (KTH) agar kegiatan tersebut terlaksana semaksimal mungkin. Dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan saya menjadi Duta Hero PT. Pertamina (Persero) MOR I TBBM Kisaran.

Kegiatan tersebut terus membawa berkah menjadi sorotan publik spektakuler penanaman 48.000 pohon mulai dari Restorasi, Rehabilitasi dan Pengayaan serta keanekaragaman hayati. Saya mendapat undangan Bintek Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan (PSKL Sumut) sebanyak dua periode. Ikut di Kongres Kehutanan Indonesia di Jakrta, Diklat Pengelolaan Sumber Daya Alam, Hutan dan Lingkungan bagi Tokoh Masyarakat 14-23 Pebruari 2017 oleh Pudiklat SDM KLHK RI dan Diklat Pengamanan Hutan Partisipatif Bagi Tokoh Masyarakt 7-21 Maret 2017 dan mendapat Piagam Penghargaan Peserta Peringkat Terbaik II dari 3 Provinsi (Sumut, NAD, Sumbar).


Cita-cita saya menjadi pengabdi lingkungan, pejuang Proper, dan memiliki Tempat Penangkaran Satwa untuk di lepas liar ke alam serta memiliki Hutan Penelitian dan Sekolah Alam Bidang Maangrove untuk saya abdikan kepada generasi bangsa, negara, dunia saking kecintaan kami dan betapa sangat  penting nya fungsi hutan untuk tetap di lestarikan untuk kemashlahatan ummat manusia dan bagi seluruh makhluk untuk menjaga ekosistem dan rantai makanan. Kemudian Membantu tugas pemerintah dan dunia Paris Agreement dalam adaptasi dan mitigasi bencana, perubahan iklim, Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (GN-PTSL), Gerakan Nasional  Penyelamatan Sumber Daya Alam (GN-PSDA), Rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca (RAN-GRK).
 
Hutan menciptakan iklim mikro dan makro, menyerap dan menjerap karbon, sumber plasma nutfah, menciptakan kedaulatan dan ketahanan pangan, dan masih banyak lagi yang kesemua jarang dan tidak di sadari manusia padahal keseharian nya kita menghirup oksigen yang di hasilkan dari pohon. Namun Allah Swt mengamanatkan agar ikhlas berbakti kepada NYA, berbakti kepada Alam hukum konpensasi alam akan menghasilkan apa yang kita tanam itu pula yang akan kita tuai.

Semoga semakin banyak perusahaan-perusahaan yang peduli dengan Proper selain bermanfaat bagi masyarakat, bermanfaat pula bagi alam dan tak kalah penting nya bermanfaat bagi citra perusahaan tersebut di mata bangsa dan negara bahkan dunia serta bercitra di hadapan Bank Indonesia.

Salam Lestari......
Salam Konservasi.....

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

SUNGAI ASAHAN DALAM MINIATUR PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDAR PULAU YANG BAROKAH

Oleh: Amiruddin Dolok Saribu Alias Tombak Nagara
Sungai Asahan berasal dari Danau Toba Kabupaten Tobasa dengan melintasi pegunungan hutan lindung Tormatung Asahan mengalir dan membelah sejumlah desa-desa di Kabupaten Asahan, Tobasa dan bermuara ke Kota Madya Tanjung Balai membaur ke pantai laut Selat Malaka. Sungai Asahan merupakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Salah satu yang membuat Sungai Asahan mendunia karena sering menjadi tempat ajang perlombaan arum jeram bertaraf international. Namun sejak di bangun nya PLTA Asahan III arung jeram sudah tidak terdengar lagi kabar nya.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

Tugu Sarang Helang 'Dikenang Sifat Kesatria Rakyat Asahan'

Selain Tugu Perjuangan Bandar Pulau yang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, (Baca:Tugu Perjuangan Bandar Pulau masih ada satu lagi sebuah Tugu Perjuangan Sarang Helang yang terletak di Desa Sarang Helang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.