Skip to main content

LOMBA PENILAIAN KKA DAN KPA

Pemenang Apresiasi Konservasi BKSDA
Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For beserta jajarannya berfoto bersama dengan para pemenang (phot credit: evansus manalu)
Lomba Penilaian Kader Konservasi Alam (KKA) dan Kelompok Pencinta Alam (KPA) dalam rangka Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tahun 2017, kembali digelar. Balai Besar KSDA Sumatera Utara tidak mau ketinggalan, dengan melakukan penilaian terhadap Kader-kader Konservasi serta Kelompok Pencinta Alam yang menjadi binaannya.
Dalam Laporannya, Ketua Panitia Penilaian Lomba, Ir. Irzal Azhar, M.Si. (Kepala Bidang Teknis), menyampaikan bahwa tujuan dari perlombaan ini adalah untuk memberikan penghargaan (apresiasi) kepada masyarakat (dalam hal ini KKA dan KPA) agar lebih berperan aktif dalam kegiatan pembangunan dibidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
“Dari hasil penilaian Tim Juri, maka ditetapkan para pemenang lomba untuk kategori Kader Konservasi Alam, Juara 1. Sdr. Amiruddin Dolok Saribu, juara 2. Sdr. M. Said dan juara 3. Sdr. M. Salim, sedangkan untuk Kategori Kelompok Pencinta Alam, Juara 1. KPA Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Universitas Medan Area (UMA) dan Juara 2. KPA SANGPALAS SMA Negeri 1 Brastagi,” ujar Irzal mengumumkan pemenang lomba.
Seusai pengumuman pemenang lomba, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., didampingi Kepala Bidang Teknis, Ir. Irzal Azhar, M.Si., dan Kepala Bagian Tata Usaha, Dr. Tri Atmodjo, S.Hut., MT., menyerahkan hadiah/bingkisan kepada para juara, pada Rabu 19 Juli 2017, di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Dalam sambutannya Kepala Balai Besar, menyampaikan bahwa kegiatan konservasi alam merupakan gerakan bersama seluruh masyarakat dan oleh karena itu perlu dukungan termasuk dari Kader Konservasi maupun Kelompok Pencinta Alam.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kinerja rekan-rekan Kader Konservasi maupun Kelompok Pencinta Alam yang sudah menunjukkan kepedulian serta berbuat untuk perbaikan lingkungan hidup. Semoga semangat ini dapat dijaga dan ditingkatkankan diwaktu-waktu yang akan datang,” ujar Hotmauli mengakhiri sambutannya.

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

SUNGAI ASAHAN DALAM MINIATUR PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDAR PULAU YANG BAROKAH

Oleh: Amiruddin Dolok Saribu Alias Tombak Nagara
Sungai Asahan berasal dari Danau Toba Kabupaten Tobasa dengan melintasi pegunungan hutan lindung Tormatung Asahan mengalir dan membelah sejumlah desa-desa di Kabupaten Asahan, Tobasa dan bermuara ke Kota Madya Tanjung Balai membaur ke pantai laut Selat Malaka. Sungai Asahan merupakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Salah satu yang membuat Sungai Asahan mendunia karena sering menjadi tempat ajang perlombaan arum jeram bertaraf international. Namun sejak di bangun nya PLTA Asahan III arung jeram sudah tidak terdengar lagi kabar nya.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

Tugu Sarang Helang 'Dikenang Sifat Kesatria Rakyat Asahan'

Selain Tugu Perjuangan Bandar Pulau yang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, (Baca:Tugu Perjuangan Bandar Pulau masih ada satu lagi sebuah Tugu Perjuangan Sarang Helang yang terletak di Desa Sarang Helang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.