Skip to main content

Titik Nol Barus Tiga Tiang Penyangga Berwarna Merah Putih Hitam

Ekspedisi Kader Konservasi Alam
Kader Konservasi Alam Amiruddin Dolok Saribu di tugu Titik Nol Barus (Photo : Amiruddin Dolok Saribu Kader Konservasi Alam)
Barus Raya.
Ekspedisi Kader Konservasi Alam ke Tanah Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah,Provinsi Sumatera Utara, 19/9/2017 melihat lebih dekat Tugu Titik Nol Barus yang telah di resmikan oleh Presiden Joko Widodo 24/4/2017. Pondasi Tugu titik Nol Barus berbentuk segitiga dengan tiang tiga tiang penyangga bola dunia berwarna merah, putih dan hitam yang kental dengan kearifan lokal.
Dalihan Natolu
Tugu Titik Nol barus dengan Segitiga Tiga Tiang Penyangga berwarnakan merah putih hitam menyangga bumi. ( Photo Amiruddin Dolok Saribu, Kader Konservasi Alam)

Banyak asumsi dalam benak kami tentang dimensi segitiga dan menggambarkan lambang kekuatan sejarah dunia bermuatan spiritual. Hendak nya di seriusi oleh Pemerintah Pusat untuk kelanjutan bangunan tersebut dengan bangunan beton permanen tempat peletakan prasasti  tanda tangan Presiden RI Joko Widodo.
Tiga Tiang Penyaangga Berwarna Merah Putih  Hitam
Tugu Titik Nol barus dengan Segitiga Tiga Tiang Penyangga berwarnakan merah putih hitam menyangga bumi. ( Photo Amiruddin Dolok Saribu, Kader Konservasi Alam)

Walaupun menurut sebahagian masyarakat Barus bahwa letak Tugu Titin Nol Tersebut kurang pas yang semesti nya berada di Lobu Tua yakni pelabuhan Tua di Desa Lobu Tua, di Kecamatan Andam Dewi.
Barus merupakan kota tua dengan imperium Barus hingga ke Singkil Aceh dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Baca : Rekam Jejak Barus
Baca Juga : BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI
Baca Juga : SUNSET PANTAI BARUS



Baca Juga : Tugu Titik Nol Barus

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

MENGUNGKAP MISTERI PATUNG SI GANAGANA GONTING MALAHA YANG KINI TELAH HILANG

Tim Inventarisasi Situs Sejarah dan Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang dibentuk Bupati Asahan, Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP, melalui SK 204-Porbud/2011, tanggal  31 Mei 2011 telah  berhasil menyingkap misteri Situs Sejarah penting yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik. Namun misteri tersebut juga telah lenyap dengan hilang nya keberadaan patung Siganagana 5 tahun silam tidak berapa lama setelah Tim Inventarisir mengungkapkan nya.

REKAM JEJAK BARUS

Pesan Prof Dr. Meutia Hatta kepada Wartawan ( Pers )
" Tulislah sesuatu tentang Barus karena Barus ini bagian dari kebanggaan Nasional, dan juga Jati Diri kita, identitas Nasional karena ini menunjukkan peradaban Indonesia yang lama yang mungkin juga di lupakan orang. Bahkan mungkin bisa menjawab apakah masyarakat Bahari itu juga ada disini. Kita selalu berpikir Indonesia Timur, tapi mungkin disini juga ada. Apalagi disini memungkinkan ada pelabuhan dan sebagai nya. Ini harus ada klaim budaya, tapi klaim budaya itu baru bisa di lakukan apabila sudah ada bukti-bukti yang cukup. Jadi saya kira wartawan juga ikut mendorong . Tapi tolong juga di ingat kan karena wartawan itu ( Pers ) juga mempunyai pungsi mendidik Bangsa. Jadi tolonglah sifat " Tak Kenal Maka Tak Sayang " itu hilang dari perasaan terutama anak-anak muda kita yang duduk di SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi saya kira itu harapan saya bagi pers. Mari Pers ikut mendidik Bangsa". ( Amanat Pr…

WISATA ALAM PEMANDIAN AEK SAKKUR

Wisata alam Pemandian Aek Sakkur terletak Di Dusun I, Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara-Indonesia 21274. Setiap hari-hari besar tempat ini ramai di kunjungi oleh wisatawan setempat, meski bersifat lokal namun tempat dan suasana nya dapat mempertemukan dan berkumpul nya kerbat dan sanak saudara dari berbagai belahan penjuru.