Skip to main content

Hanya Ada Satu Bumi Didalamnya Ada Hak Generasi Mendatang 'Konservasi Alam Konservasi Kita'

HKAN2017 Baluran
Hari Konservasi Alam 2017 TN Baluran dengan Tema Konservasi Alam Konservasi Kita.
Keanekaragaman hayati Indonesia sebanding dengan Brazilia yang luas daratan nya 5 kali lebih besar dari daratan Indonesia.Tidak kurang dari 47 tipe ekosistem yang berbeda, baik alami maupun buatan terdapat di Indonesia. Untuk itu mari kita jaga dan pelihara bersama dan bijak pemanfaatan nya karena ada didalam nya hak generasi mendatang.. 


Kader Konservasi Alam (KKA) memiliki peranan penting dalam menjaga, merawat dan memberdayakan masyarakat dalam upaya-upaya Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE). Pesan-pesan-pesan KSDAHE harus sampai pada tingkat tapak. Peranserta masyarakat sangat penting dalam uapaya KSDAHE mewujudkan ketahanan pangan, kualitas hidup dan kesejahteraan. 

Kekayaan Sumber Daya Alam (KSDA) yang di miliki Indonesia harus sampai pada hakikat sesungguh nya kesejahteraan dan kemakmuran sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pada Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 10 Agustus 2017 yang diselenggarakan di Taman Nasional Baluran Jawa Timur mengangkat tema 'Konservasi Alam Konservasi KIta' artinya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga SDAHE Indonesia namun mampu mensejahterakan masyarakat.

SDAHE Indonesia merupakan kekayaan strategis, isu kebakaran hutan dan lahan kerap merongrong APBN dan SDAHE kita. Kedaulatan pangan yang belum terpenuhi, mitigasi bencana, adaptasi dan perubahan iklim menjadi PR bangsa. Untuk itulah kita harus melebur bersama masyarakat,menyampaikan pesan konservasi sekaligus menyampaikan hak-hak yang seharus nya mereka terima beserta dengan kewajiban nya. Lebih dekat melihat masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, masyarakat di dalam kawasan hutan, Suku Anak Dalam (SAD), masyarakat perbatasan, masyarakat adat, masyarakat pulau-pulau terluar sebagai aset bangsa yang harus di sejaherakan sebagamana amanat konstitusi.

Ketahanan pangan harus menjadi panglima, kawasan hutan yang hanya ada dalam peta harus mampu menghasilkan lumbung-lumbung pangan dan lumbung-lumbung oksigen. Memaduserasi antar pangan dan kedaulatan hutan. Demikianhal nya masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil harus terjamin kesejahteraan dan pengetahuan nya agar dapat menjaga SDAHE. Ikan-ikan harus menjadi milik mereka dengan tegak nya hukum Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Penegetahuan masyarakat pesisir harus di pahamkan tentang fungsi mangrove.

Apabila masyarakat sejahtera dari SDAHE di sekitar nya maka sejahtera pula SDAHE nya. Ingat, Sejahtera bukan kaya raya akan tetapi berdaulat kehidupan nya, cerdas, mandiri dan kuat spritual nya. Orang cerdas akan sejahtera, mudah segala urusan nya dan cepat tangggap dengan situasi dan kondisi. Sejahtera terpenuhi kebutuhan masyarakat berdaulat lingkungan hidup dan sekitar nya. 


Kader Konservasi adalah seseorang yang telah dididik/ditetapkan sebagai penerus upaya konservasi sumber daya alam yang memiliki kesadaran dan ilmu pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam serta sukarela, bersedia dan mampu menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat.

Namun Kader Konservasi Alam (KKA) tidak jarang berbenturan dengan pemerintah dengan kebijakan nya dalam hal keadilan hutan milik pengusaha dan orang kaya sementara sekitar kawasan dan di dalam hutan hanya jadi penonton. Demikian hal nya keadilan kebun plasma perkebunan yang belum memenuhi amanat UU 39/2014 tentang Perkebunan. Demikian keadilan CSR dan Proper perusahaan. (Baca juga: CSR dan Proper Pertamina)

KKA hidup dan mati nya berada bersama masyarakat dalam upaya-upaya KSDAHE tanpa memiliki anggaran dan biaya khusus dan dari negara maupun lembaga donor. Konsisten murni panggilan jiwa untuk konservasi alam setia sampai akhir.
(Baca Juga: Kader Konservasi Alam )

Kader Konservasi Alam (KKA) di bentuk berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam tentang Pedoman Pembinaan Kader Konservasi Nomor.11/Kpts/Dj-IV/9 dan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK.41/IV-Set/HO/2006 tentang Pedoman Pembentukan Kader Konservasi.

Berangkat dari hal tersebut dan berdasarkan landasan konstitusi KKA memegang peranan penting dalam menjaga bumi dan mencerdaskan masyarakat bersama Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I).

Dua pertiga dari luas Indonesia adalah laut, sepertiga luas Indonesia adalah daratan. Dua pertiga dari daratan Indonesia adalah kawasan hutan, sepertiga dari daratan Indonesia adalah non kawasan hutan. Sekitar dua pertiga dari non kawasan hutan adalah area permukiman, Sekitar sepertiga dari non kawasan hutan adalah area non permukiman dan dapat ditanami. (Data Menko Perekonomian-https://www.ekon.go.id/


Kongo merupakan negara dengan proporsi hutan terbesar di dunia yang mencapai 67% dari luas daratan nya, disusul oleh Brazil dan Peru dengan proporsi hutan mencapai 59% dan 58%. Sedangkan Indonesia, area hutannya mencapai 50% dari total luas daratan. Pada tahun 2015 menurut data Bank Dunia luas area hutan mencapai 909 ribu km2 dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 258 juta.

Oleh karena nya melibatkan peranserta masyarakat sangatlah kuat dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia. Kekayaan biodiversty Indonesia harus terjaga, terpelihara dan masyarakat sejahtera sebagaimana cita-cita kemerdekaan RI. 


Kader Konservasi Alam bersama FK3I dengan kemandirian dan pengetahuan nya memegang peranan penting dalam mendorong percepatan Perhutanan Sosial, ketahanan pangan, poros maritim, kedaulatan energi dan keadilan hutan untuk masyarakat. Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) bangsa Indonesia masih di nikmati oleh segelintir saja sementara daya rusak nya membias ke masyarakat yang hanya di perlukan saat pemilihan umum saja.


Dampak kerusakan lingkungan harus di bayar mahal oleh pemerintah dan tidak sebanding dengan penerimaan pajak dari pengusaha-pengusaha perkebunan kelapa sawit. Untuk itu saat nya kesejahteraan harus mengikat kuat masyarakat. 

Menjaga bumi tanggung jawab bersama, pro pembangunan tapi tetap pro lingkungan. Memaduserasikan antara kepentingan negara, bangsa, pengusaha dan masyarakat. Jika SDA yang kita miliki ini tidak bijaksana dalam pemanfaatan nya maka hanya ada satu bumi didalam nya dan ada hak generasi mendatang. Konservasi Alam Konservasi Kita. Salam Lestari.

Amiruddin Dolok Saribu-Kader Konservasi Alam
HP: 082165666612

Baca Juga :

Popular posts from this blog

BARUS KOTA BERTUAH MINIATUR DAN DIMENSI SPRITUAL DARI PUNCAK MAKAM PAPAN TINGGI

Makam Tuan Syeikh Mahmud Barus di Papan Tinggi Desa Pananggahan, Kec. Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah-Sumut, sebagai Pembawa Syiar Agama Islam di Indonesia. Dari atas puncak Papan Tinggi atau yang biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Tompat atau Tangga Seribu menyimpan dimensi spritual yang tersembunyi. Dari atas terlihat hamparan pemukiman kota Barus dengan bentangan  samudera Hindia sebagai gerbang masuk nya Agama Kristen dan Islam di Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA ) yang pada zaman itu yakni kapur barus. (Baca : Rekam Jejak Barus)

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

SUNGAI ASAHAN DALAM MINIATUR PEMBENTUKAN KABUPATEN BANDAR PULAU YANG BAROKAH

Oleh: Amiruddin Dolok Saribu Alias Tombak Nagara
Sungai Asahan berasal dari Danau Toba Kabupaten Tobasa dengan melintasi pegunungan hutan lindung Tormatung Asahan mengalir dan membelah sejumlah desa-desa di Kabupaten Asahan, Tobasa dan bermuara ke Kota Madya Tanjung Balai membaur ke pantai laut Selat Malaka. Sungai Asahan merupakan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Salah satu yang membuat Sungai Asahan mendunia karena sering menjadi tempat ajang perlombaan arum jeram bertaraf international. Namun sejak di bangun nya PLTA Asahan III arung jeram sudah tidak terdengar lagi kabar nya.

Tugu Perjuangan Bandar Pulau 'Susah di kenang senang di lupakan'

Tungu Perjuangan Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan bukti sejarah sebagai Pengibar pertama sangsaka Merah Putih di Asahan. Bandar pulau akan selalu di kenang, banyak putera-putri Bandar Pulau yang sudah berhasil di luar daerah, jadi apabila melihat photo ini pasti akan terkenang dengan Kampung halaman nya.

Tugu Sarang Helang 'Dikenang Sifat Kesatria Rakyat Asahan'

Selain Tugu Perjuangan Bandar Pulau yang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, (Baca:Tugu Perjuangan Bandar Pulau masih ada satu lagi sebuah Tugu Perjuangan Sarang Helang yang terletak di Desa Sarang Helang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.