Skip to main content

Posts

Showing posts from September 24, 2017

Kongres Kehutanan Indonesia (KKI) VI Dewan Kehutanan Nasional (DKN) Peranserta Kader Konservasi Alam (KKA)

Kongres Kehutanan Indonesi (KKI) VI dilaksanakan pada tanggal 28 Nov-2 Des'16 di Grand Sahid Hotel Jakarta sekaligus pemilihan pengurus Presidium Dewan Kehutanan Nasional (DKN). Peserta KKI terdiri dari 5 Kamar yakni Kamar Masyarakat, LSM, Pemerintah, Akademisi dan Kamar Bisnis untuk menentukan masa depan hutan Indonesia melalui Garis Besar Haluan (Pembangunan) Kehutanan atau disingkat dengan GBHK.

Titik Nol Barus Tiga Tiang Penyangga Berwarna Merah Putih Hitam

Barus Raya.
Ekspedisi Kader Konservasi Alam ke Tanah Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah,Provinsi Sumatera Utara, 19/9/2017 melihat lebih dekat Tugu Titik Nol Barus yang telah di resmikan oleh Presiden Joko Widodo 24/4/2017. Pondasi Tugu titik Nol Barus berbentuk segitiga dengan tiang tiga tiang penyangga bola dunia berwarna merah, putih dan hitam yang kental dengan kearifan lokal.

Tugu Titik Nol Barus

BARUS, SUMUTPOS.CO –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meresmikan Tugu Titik Nol Islam Nusantara yang terletak dipinggir pantai Barat Sumatera di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (24/03/2017).
Hadir juga  Ketua Umum DPP Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Syekh KH Ali Akbar Marbun, Sekjen DPP JBMI Arif R Marbun, Ketua DPW JBMI Sumut  Aidan Nazwir Panggabean, tokoh agama, tokoh masyarakat, mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, sejumlah menteri, FKPD Provsu, Tapanuli Tengah dan undangan. Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti, menekan tombol sirine dan peninjauan lokasi oleh Presiden Jokowi. Tugu (Monumen) ini memiliki tiga tiang penyangga bola dunia ini memiliki filosofi adat Batak yang menjadi kearifan lokal masyarakat adalah Adat Dalihan Na Tolu.

Pancur Napitu Keadilan Hutan Dana Desa Dan Peran CSR

Seperti yang telah kami kemukakan pada tulisan Pancur Napitu Merah Putih Danau Toba Dan Legenda Sisingamangaraja bahwa Pancur Napitu sangat potensial di kembangkan menjadi icon Desa Gunung Berkat yang berbatas langsung dengan sebaran hutan lindung Tormatutung 1/A Asahan. Potensi yang kaya dengan Sumber Daya alam (SDA) hendak nya dapat menjadi perkampungan yang ramah lingkungan atau ikut dalam program Pro Iklim (Proklim) Kementerian Lingkungan Hidup  dan Kehutanan Republik Indonesia.

Pancur Napitu Merah Putih Alur Danau Toba dan Legenda Sisingamangaraja

Pancur Napitu di temukan pada tahun 1833 oleh sekelompok masyarakat Batak saat membuka perkampungan Parhutaan Maria Gunung di Dusun I, Desa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Pancur Napitu arti nya 7 sumber mata air yang keluar dari batu. Meskipun saat musim kemarau mata air tersebut tidak pernah kering dan bila saat musim  penghujan 7 mata air tersebut tetap mengeluarkan air yang jernih.

BBKSDA apresiasi masyarakat peduli konservasi

Lomba Penghijauan dan Konservasi alam “Wana Lestari” tahun 2017 lingkup Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara sudah berakhir di gelar, diikuti puluhan peserta dari Kader Konservasi Alam (KKA) dan Kelompok Pencinta Alam (KPA) dan juga Sispala. "BBKSDA memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada mereka yang peduli terhadap konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya," kata Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi kepada Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (20/7/2017).

LOMBA PENILAIAN KKA DAN KPA

Lomba Penilaian Kader Konservasi Alam (KKA) dan Kelompok Pencinta Alam (KPA) dalam rangka Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tahun 2017, kembali digelar. Balai Besar KSDA Sumatera Utara tidak mau ketinggalan, dengan melakukan penilaian terhadap Kader-kader Konservasi serta Kelompok Pencinta Alam yang menjadi binaannya.

Bara JP Tapteng Dikukuhkan, Mantan Trio KPUD Turut Bidani.

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara-Kader Konservasi Alam (KKA)  Pasca terbit nya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) No. 043/K-Wil/DPP/Bara JPresiden/IX/2017 tanggal 7 September 2017 oleh Ketua Umum DPP Bara JP Sihol Manulang dalam satu poin nya Menugaskan Kabul Lumban Tobing (sebagai Koordinator), Adrin Ndraha dan Nursarifah Sitompul (sebagai Anggota) untuk menjalankan roda organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah secara kolektif kolegial selaku Caretaker Dewan Pengurus Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah serta mempersiapkan dan melaksanakan Konferensi Cabang Luar Biasa DPC BaraJP Tapanuli Tengah selambatnya dalam tempo 60 (enampuluh) hari untuk memilih dan menetapkan Pengurus Definitif Barisan Relawan Jokowi Presiden Tapanuli Tengah.