Skip to main content

Posts

Showing posts from December 31, 2017

Indonesia, Surga Si Burung Rangkong

Burung rangkong adalah salah satu jenis burung yang menjadi kekayaan fauna di negeri kita. Burung ini berukuran besar, dan memiliki warna yang sangat indah. Bahkan orang Dayak di Kalimantan, memberi penghargaan yang sangat tinggi terhadap burung ini.

Pers Release “Menghindari Kepunahan, Pemerintah Menyusun Strategi Rencana Aksi Konservasi Maskot Kalimantan Barat

SIARAN PERS  KONSULTASI PUBLIK REGIONAL KALIMANTAN PENYUSUNAN STRATEGI DAN RENCANA AKSI KONSERVASI RANGKONG GADING Menghindari Kepunahan, Pemerintah Menyusun Strategi Rencana Aksi Konservasi Maskot Kalimantan Barat”

Rangkong, Burung Sakti Penebar Biji

Anda kenal burung rangkong? Seberapa besar penghargaan Anda terhadap burung tanpa tanda jasa ini?

Mencegah Hilangnya Enggang Gading di Alam Liar dengan SRAK

Populasi burung enggang gading atau rangkong gading (Rhinoplax vigil) yang kian terancam di alam akibat perburuan, membuat perlindungannya harus segera dilakukan. Investigasi Rangkong Indonesia dan Yayasan Titian yang didukung Dana Konservasi Chester Zoo pada 2012 menunjukkan, sekitar 6.000 individu dewasa mati diambil kepalanya di Kalimantan Barat.

Nasib Kelam Rangkong, Antara Perburuan dan Jasa yang Terlupakan

Rangkong, burung berukuran besar ini dijuluki petani hutan yang tangguh. Bukan tanpa alasan bila Margaret F. Kinnaird dan Timothy G. O’Brien, peneliti rangkong dan hutan tropis, memberi penghargaan setinggi itu kepada burung yang dikenal memiliki kesaktian menebar biji ini. Dengan kemampuan terbangnya hingga rentang 100 kilometer persegi, burung ini dapat menebar biji sejauh jarak tempuh tersebut yang tanpa kita sadari, kegiatan meregenerasi hutan telah dilakukan oleh rangkong.

Belajar Melindungi Lingkungan Sekolah Agar Burung Tetap Berkicau

Kesibukan sehari-hari warga di perkotaan kerap mengurangi kesadaran bahwa burung-burung nan cantik dan merdu masih berada di sekitar mereka. Tapi sebagai sosok yang lugu, anak-anak adalah pihak yang paling peka terhadap kehadiran burung di sekitar mereka

Hilangnya Hutan dan Bertambahnya Keterancaman Burung di Indonesia

Sepertiga permukaan Bumi adalah hutan yang telah menjadi rumah bagi lebih dari 80 persen flora dan fauna daratan, mulai dari serangga yang terbang rendah di semak-semak hingga burung-burung yang hinggap di tajuk pepohonan, bahkan tak terkecuali manusia. Salah satu hal yang perlu terus diupayakan adalah menanamkan pesan betapa pentingnya hutan bagi keanekaragaman hayati dan kehidupanan di dalamnya.



Burung merupakan jenis satwa yang keberadaannya sangat terpengaruh oleh alih guna lahan hutan, terutama pada lahan-lahan perkebunan kelapa sawit dan karet. Hilangnya pohon hutan dan tumbuhan semak, menyebabkan hilangnya lokasi bersarang, berlindung, dan tempat sumber pakan berbagai jenis burung. Padahal dalam relasi ekosistem, burung memiliki peran yang amat penting.

Rakornas Konservasi Dan Perdagangan Burung Rangkong

Direktoran Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar rapat koordinasi nasional mengenai implementasi konservasi dan perdagangan rangkong gading (Rhinoplax vigil) di Medan, Selasa (16/5). Burung Indonesia turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Kearifan Lokal Menjaga Laut Pulau Lembata

Alat tangkap ikan seperti pukat harimau menjadi ancaman bagi keragaman hayati laut karena kemampuannya menangkap ikan tanpa membedakan ukuran dalam jumlah besar. Alat yang biasa digunakan pelaku industri perikanan bermodal besar ini terbukti menggangu perkembangbiakan ikan karena ikan-ikan kecil yang belum layak tangkap ikut terjaring pukat. Akibatnya, proses regenerasi menjadi terganggu dan menyebabkan jumlah ikan di area tangkap berkurang.

Melindungi Hutan Lindung Sahendaruman Melalui Pemetaan Tata Ruang Partisipatif

Jika melihatnya melalui atlas dunia, Pulau Sangihe hanya sekadar titik di antara kepulauan besar Nusantara yang menjadi batas paling utara Indonesia. Namun dalam dunia konservasi keragaman hayati global, pulau kecil ini memiliki nama besar. Laut dalam yang mengelilingi Sangihe menjadi penghalang alami bagi persebaran flora dan fauna. Tak heran, pulau ini memiliki endemisitas keragaman hayati yang sangat tinggi. Berdasarkan keragaman jenis burungnya saja, Sangihe menjadi satu-satunya rumah bagi sepuluh jenis burung endemis; kesepuluh jenis ini hidup di kawasan hutan lindung Gunung Sahendaruman.

Sempidan-merah Kalimantan: Pegar Menawan dari Rimba Borneo

Sempidan merupakan burung pegar yang pemalu. Di Kalimantan, populasi jenis ini adalah salah satu jenis yang merasakan dampak langsung ekspansi pemukiman dan konsesi penebangan hutan yang mengancam keberadaan mereka; selain disebabkan oleh masifnya aksi perburuan. Meski cukup toleran terhadap efek penebangan, perburuan cukup memengaruhi populasi jenis ini di habitat aslinya.